6 Jam di Semarang, Enaknya ke mana Aja ya?

Kerap kali apabila kita sedang bertugas di luar kota, sayang  rasanya apabila kesempatan untuk mengeksplore kota tersebut tidak kita gunakan sebaik-baiknya walaupun hanya punya waktu kurang lebih 6 jam, bahkan bisa jadi kurang. Salah satu kota yang sempat saya eksplore sedikit adalah Semarang dengan waktu kurang dari 6 jam, kalau bisa sampai 6 jam, saya rasa bisa mengeksplore lebih kota yang damai ini. Akan kemana saja saya bila saya punya waktu tersebut : Baca lebih lanjut

Iklan

Review “Spiegel Bar &Resto, Semarang”

Bila kita melancong ataupun pergi ke suatu daerah untuk tugas kerja, rasanya kurang lengkap bila kita tidak menyempatkan diri untuk kulineran walaupun hanya sempat 1-2 jam saja atau hanya bisa ke satu tempat saja. Paling tidak ada memori yang kita kenang di setiap tempat. Bulan ini saya berkesempatan untuk sejenak menunggu waktu check in kereta api di St Tawang Semarang. Saya mencoba untuk berjalan di daerah kota Lama, tidak jauh dari St Tawang dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki  (600 meter) dan tidak terlalu makan lama. Hitung-hitung olahraga :P. Kawasan ini juga dilewati dengan bus Trans Semarang. Akhirnya, saya mencoba makan siang sekalian di Spiegel Bar and Resto yang terletak di Kawasan Kota Lama Semarang. Tidak jauh dari Gereja Bledug dan Taman Srigunting. Saya memutuskan makan siang di resto ini setelah melihat salah satu blogger yang mereview resto ini.  Saya tiba di resto, kurang lebih pada pukul 13.00, tidak terlalu ramai mungkin karena sudah lewat dari jam makan siang dan weekdays juga.20171024_133417-01

Baca lebih lanjut

Review “Hotel Surya Indah, Salatiga”

Jika kalian sedang bertugas atau liburan sejenak di Salatiga, mungkin kalian bisa mencoba menginap di Hotel Surya Indah yang terletak di Jl Diponegoro. Kebetulan kali ini saya menginap di hotel ini dikarenakan suatu urusan. Saya menemukan hotel ini by Traveloka. Dari ratingnya di traveloka cukup bagus, yaitu bernilai 8 dengan harga yang menurut saya sangat terjangkau. Apalagi kalau cuma sebentar karena urusan pekerjaan atau sedang travelling. Harga yang saya peroleh saat low season dan weekdays adalah 220k dan sudah termasuk breakfast. Salah satu alasan saya memilih hotel ini adalah, tidak jauh dari alfamart atau indomaret, ada angkot atau mini bus, plus ada grab or ojek walau mereka tidak menggunakan atribut saat beroperasi. Karena hal ini masih sedikit ditentang oleh ojek dan taksi setempat. Baca lebih lanjut

Review : A Simple Life

Siapa yang tidak kenal dengan Desi Anwar. Seorang Journalist handal yang biasa kita lihat di telivisi sebagai pembaca berita. Kalau kalian generasi 90an pasti sering melihat beliau di stasiun TV RCTI. A simple life merupakan salah satu karyanya yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Kebetulan saya membeli buku ini dalam versi Inggris sekalian untuk belajar vocab English. Buku dengan tebal 286 halaman ini disajikan dengan cukup menarik karena diisi juga dengan hasil fotografi dari Desi Anwar selama dia melakukan perjalanan travelling ataupun saat sedang bertugas menjadi journalist.

A-simple-life-by-Desi-anwar

Baca lebih lanjut

Review: “Rentang Kisah”

Gita Savitri Devi, wanita berusia 25 tahun ini mulai dikenal melalui vlognya mengenai kehidupan yang ia jalani sebagai mahasiswa Kimia di Berlin. Saya sendiri termasuk subcsribernya karena menurut saya, video yang dia buat menarik dan bermanfaat untuk sekitarnya terutama genarasi muda jaman sekarang yang sukanya instan-instan aj. Bulan kemarin, Gita baru aja merelease bukuya yang berjudul “Rentang Kisah” di bawah naungan Gagas Media. Buku dengan 206 halaman ini merupakan buku yang ringan tapi kaya akan makna. Kenapa saya bilang gitu, karena buku ini menurut saya bisa membuat kita sebagai pembaca berfikir mengenai dirinya sendiri seperti “ gue udah ngapain aja ya selama ini,cita-cita gue apa yak, gue udah jadi agen muslim yang baik belum sih, pantes aj gw belum bisa mencapai impian gw karena gw belum dll, dan rentetan pertanyaan lainnya yang muncul dalam otak”. Baca lebih lanjut

My Mood Booster : Listen The Music

Finally selesai juga bulan September ini. Bulan ini cukup membuat saya tidak semangat. Pertama, sep customer dan kendala pegiriman barang. Kalau kalian bekerja di bidang barang-barang impor pasti juga merasakan apa yang saya rasakan. Barang-barang sulit sekali untuk masuk ke Indonesia. Bahkan web yang jual skincare koreapun mengalami kendala yang sama mengenai Bea Cukai. Sebenaranya masalah ini sudah terjadi dari bulan Juni-Juli gitu. Namun dampaknya, baru saya rasain banget ya dibulan ini, karena mostly pesanan saya dateline deliverynya September ini.

Yang bisa buat saya fokus di kerjaan saya ya cuma dengerin lagu sepanjang hari walaupun sambil ngotak-atik harga. Buat orang lain mungkin malah ga bikin fokus, tapi ga buat saya, kecuali kalau tiba-tiba dipanggil manager atau Pak Bos ya dilepas headsetnya ;P. Jujur saya, belum nemu cara buat ngusir rasa gampang ngantuknya saya selain dengerin musik. Saya udah coba dengan makan permen dari yang ada coffeenya sampai yang mint. Tapi tetep aj ga ngaruh, yang ada saya sekarang lagi batuk kering. Nyoba nyemil juga ga begitu ngaruh. Alhasil ya cuma music yang bisa buat mata saya terus ON untuk baca-baca katalog. 41703881 Baca lebih lanjut

Review : The Life Changing Magic of Tidying Up

Finally, setelah beberapa bulan ini membaca buku ini akhirnya selesai juga. Kok bisa lama ya, biasanya saya kalau baca ga terlalu lama. Alasannya adalah manajemen waktu saya yang belum bagus selama saya kerja di Jakarta dan karena buku ini adalah buku terjemahan jadi bacanya berasa aneh sendiri ;P. Terlalu excuse banget ya gw. Saya tertarik membeli buku ini adalah efek blogwalking dan menceritakan mengenai gaya hidup simple dan minimalis. Saya pribadi seseorang yang tidak suka memiliki barang seperti pernak-pernik terlalu banyak, dan saya suka ruangan yang terlihat luas dan lapang. P70928-061729-01 Baca lebih lanjut