#Tulisan : Menjaga Perasaan

Tulisan ini bermula dari sebuah percakapan saya di sebuah grup. Intinya sie grup itu sering membahas mengenai politik dan agama. Dua bahasan topik ini pun cukup sensitif menurut saya apalagi dalam grup ini terdapat beberapa orang yang menganut keyakinan yang berbeda. Dan akhirnya mengakibatkan beberapa orang ini merasa tidak nyaman dengan pembicaraan grup tersebut sehingga akhirnya keluar dari grup. Saya jujur pun kurang nyaman dengan pembahasan dua hal tersebut karena menyangkut perasaan dan keyakinan orang lain namun karena tujuan grup ini adalah tempat silaturahim akhirnya saya memilih untuk tidak keluar.

Kejadian di atas tentunya sangat disayangkan apabila terjadi tidak hanya di grup yang saya ikuti, mungkin juga bisa terjadi atau sudah terjadi di komunitas-komunitas lainnya. Kerugian pertama adalah putusnya tali silaturahim, padahal kita tahu hal itu sangat penting untuk saling menjaga komunikasi dengan teman-teman kita dan bisa mengetahui kabar teman-teman kita baik kabar bahagia maupun kabar sedih. Paling tidak usaha kita untuk mereka adalah selalu mendoakan mereka. Itu artinya kalau suatu komunitas atau grup sudah pecah adalah putusnya silaturahim berarti bakal sedkit juga donk orang-orang yang berdoa untuk kita. Hal tersebut kan juga sebagai lahan amal untuk kita semua, untuk saling mendoakan yang terbaik.

Sehingga ada baiknya, kita sebagai seorang manusia yang dapat memahami perbedaan atau suatu isu dengan cara pandang yang lebih luas, mampu berfikir lebih bijak dan jauh ke depan  “Apakah bila saya mengatakan hal ini, mereka akan marah, apakah bila saya mengatakan ini mereka akan sakit hati”? Banyak hal yang harus kita fikirkan sebelum kita menulis atau berpendapat. Termasuk saya saat ini sebagai penulis yang hanya berniat menulis saran yang mungkin dapat berguna bagi pembaca. Bila tidak atau ada sesuatu yang salah dalam tulisan ini, saya pun menerima kritikan tersebut karena itu bisa menjadi pembelajaran bagi saya.

Sehingga ada baiknya saat kita berpendapat atau memberikan saran, kita fikirkan akibat terburuk yang akan terjadi dan lebih menyaring kata-kata saat kita akan mengungkapkannya. Pemilihan suasana pun penting. Mungkin beberapa orang punya banyak cara dalam mengeluarkan pendapat ada yang dengan bercanda, kasar atau halus serta mendekati seperti sahabat. Saya pribadi lebih suka diberi saran dengan cara halus dan didekati seperti sahabat. Karena kalau dengan bercanda, apabial hal yang diungkapkan merupakan hal yang bersifaat krusial seperti keyakinan saya rasa kurang tepat rasanya. Cara kasar saya rasa itu adalah cara yang kurang baik atau malah tidak disarankan. Orang yang diberi saran yang ada malah merasa tersinggung atau dia akan semakin melawan malahan.Hal itu pernah terjadi dengan saya pada saat saya menjabat sebagai Sekretari di sebuah organisasi kemahasiswaan. Seorang adik kelas saya laki-laki  mengatakan “Mbak make baju apa ci, bolong-bolong gtu kayak kurang bahan” . Jujur saya merasa sakit, apaa maksudnya coba. Padahal saat itu saya memang menggunakan celana jeans dengan sweater yang sudah saya lapisi dengan manset, hanya memang saya menggunakan sweater berlengan pendek. Tapi yang saya tidak suka adalah  cara penyampaiannya dan di ada beberapa orang di sekitar saya. Saya kan jadi malu. Semenjak itu saya malah semakin berpakaian tidak benar. Apalagi saya termasuk orang yang tidak bisa dinasehati dengan cara seperti itu.

Back to topic, jadi dari beberapa kisah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa saat kita memutuskan untuk mengungkapkan sesuatu pikirkan apa reaksi orang sekitar. Memang kadang perlu kita untuk menyidir seseorang yang salah dengan cara seperti itu. Tapi ada baiknya kita bicara langsung dengan orang tersebut, karena bisa jadi ada orang lain yang merasa tersinggung. Karena kita tidak pernah tahu bagaimana caranya menyembuhkan sakit hati seseorang. Atau saat ingin kampanye atau promosi, please pastikan kata-kata yang terungkap tidak ada yang menyindir SARA. Dan diharapkan promosi atau kampanye di waktu yang tepat dan cara yang tepat.

Saya rasa setiap agama mengajarkan kita sebagai umat manusia untuk saling toleransi dan menjaga perasaan. Kita boleh bahkan diwajibkan untuk meyakini pedoman agama kita dan ajaran-ajarannya. Namun kita juga tidak bisa  memaksakan keyakinan kita terhadap orang lain. Setiap orang berhak untuk beragama apa. Dan kita sebagai kaum Muslim percaya dengan apa yang telah dijanjikan Allah swt kepada hamba-Nya apabila kita menjalani segala kewajiban-kewajiban kita sebagai seorang Muslim. Agamamu Agamamu. Agamaku agamaku. Apabila ada yang ingin belajar tentang slam kita terima dengan tangan terbuka dan senyuman, apabila tidak ya sudah, yang penting kita selalu mendoakan mereka dan tidak menyakiti hati mereka. Terinspirasi dari buku karya Hanum Rais “99 Cahaya di Langit Eropa”: Jadilah agent of change Muslim yang baik yang bisa meningkatkan nilai Agama Islam lebih tinggi dan dihargai oleh orang lain baik oleh Muslim itu sendiri atau masyarakat lain. Bayangkanlah apabila kita berada di negara dimana kita Muslim adalah kaum Minoritas, pasti rasanya sedih, marah, ingin menangis saat agama kita diperbincangkan dengan bahasan yang kurang baik atau dikucilkan. Nah, kini bayangkanlah apabila itu terjadi sebaliknya di sini. Kita bisa bayangkan dong perasaan mereka. So, mulai saat ini yuk kita saling menjaga perasaan teman-teman kita. Kita tetap dapat menjalani kewajiban agama kita dengan baik tanpa menyakiti hati mereka. Sama halnya juga dengan mereka.

Ada suatu rangkaian kalimat yang saya suka  yang diutarakan oleh teman saya di jejaring sosialnya:

“Pengetahuan itu sama seperti orang yang berjalan mendaki gunung. Semakin banyak pengetahuannya semakin cepat di berada di atas gunung. Di gunung itu dia bisa melihat semua hal dari berbagai sudut pandang. “

Pengetahuan tidak perlu diukur dari tingkat pendidikan tapi dengan banyak membaca dan mendengar. Dengan pandangan yang luas kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi bila kita melakukan suatu tindakan.

Mohon maaf apabila tulisan ini ada yang salah atau membuat orang lain merasa tersinggung.

Semangatt!! ^_^

*Notetomyself

#agessty #tulisan #renungan #reminder #dramaga-bogor #8.18 p.m

Iklan

Review Buku : Travel Young by Alanda Kariza

10431712_10152996857988980_7245208873459002843_n

Siapa sie yang ga tahu Alanda Kariza, wanita muda yang menurut saya “KECE” parah. Hehehe… Jujur saya pun belum lama ini tahu track record dia. Sudah sering mendengar namanya saat S1 tentang Indonesia Youth Conference dan menulis beberapa buku. Dua buku dia yang saya tahu hanya Dream Catcher dan Travel Young. Namun, dengan kegiatan saya yang hanya berkutat di situ-situ aja jadi saya tidak tahu banyak tentang siapa dia ataupun pemuda-pemudi “KECE” lainnya. Jujur, saya kadang merasa sedikit menyesal, kemana aja ya dulu saya S1 kok bisa cie hanya tahu sedikit kegiatan-kegiatan sosial ataupun pertemuan pemuda lainnya. Saya jadi merasa kesibukan saya tidak diimbangi dengan pengetahuan saya. But, from this experience im learned something and God give me chance to learn again about something that I didn’t know before. Im feel grateful because I can school again. Jenjang pendidikan yang saya jalani saat ini membuat saya berfikir untuk lebih banyak belajar tidak hanya materi kuliah, experience dalam pekerjaan saya di kantor tapi juga pengetahuan luar saya baik dalam bidang apapun. Saat ini saya sedang tertarik dengan dunia travelling, psikolog, kehamilan, pernikahan dan kesehatan. Bukan karena saya sudah ingin sangat menikah atau alasan psikis yang mungkin saya alami. Tapi karena saya merasa masih kurang sekali ilmu. Semakin kita belajar semakin kita merasa kita bukanlah apa-apa. Karena di luar sana masih banyak orang yang lebih “KECE” lagi bahkan sudah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan agama. Ok, back to topic

Beberapa hari lalu saya sedang blogwalking di blognya mba Alondita. Dia bercerita tentang review buku Travel Young ini. Dari hasil reviewnya, saya fikir buku ini kayaknya keren ne. Dan akhirnya, setelah beberapa hari kerja  dengan itensitas tinggi dan emosional pun sedang tidak menentu karena bakal waktu PMS saya memilih untuk pergi sendirian membeli buku ini sambil makan siang setelah bersemedi dari hari sebelumnya demi proposal penelitian saya yang ga kelar-kelar. Yey, akhirnya kebeli juga 3 buku inceran saya. Nanti bakal saya review satu-satu kok.

Buku Travel Young ini secara umum menceritakan tentang pengalaman penulis  tentang perjalanannya ke berbagai belahan dunia dan dia menuliskan pelajaran-pelajaran yang diperoleh dari setiap pelajaran. Dari awal kepergian pertama dan terjauh yang dilakukan saat berumur 17 tahun ke Inggris hingga perjalanan liburannya ke Walt Disney dan Roma di sela-sela kesibukan pekerjaannya. Buku yang saya baca dalam waktu 4 jam ini benar-benar membuat saya pribadi kagum dan pikiran saya jauh lebih terbuka. Pengalaman emosional tentang ketakutan mengemukakan pendapat, tentang kemandirian, tentang pengambilan keputusan yang kita pun tahu resikonya yang cukup besar, tentang kehidupan sosial manusia yang sejatinya saling membutuhkan tentang suatu pencapaian target tanpa harus dipublikasikan apa yang telah kita lakukan, tentang cinta yang akan dipertemukan dalam tujuan yang sama dan ketenangan dalam menghadapi sesuatu karena Life is so simple dan kamu tidak perlu berfikir terlalu rumit karena hal itu pasti akan berlalu.  Tetapi tidak hanya pengalaman emosi yang penulis ceritakan, penulis juga menuliskan beberapa  tips saat travelling dan beberapa kisah anak muda Indonesia yang ga kalah “KECE”nya.

Gaya bahasa dari penulis yang mengalir dan runut dalam menyampaikan pesan dari pengalamannya membuat saya sebagai pembaca seperti masuk dalam kehidupannya. Saya seperti bisa merasakan ketakutan yang dihadapi, kekesalan yang dihadapi ataupun rasa syukur yang dirasakan saat bisa menikmati suatu kejadian. Saya suka alur ceritanya, pertama-tama dia menceritakan tentang ketakutannya kemudian diikuti dengan tantangan-tantangan yang berbeda yang dia harus hadapi dalam perjalananannya seperti  kepanikan dia saat berada di Doha, Qatar tanpa koper sedangkan dia harus mengikuti conference internasional, tentang perasaan dia saat dia merasa gagal menjadi pembicara pada acara One Young World di Amerika dan kejadian lainnya dan berakhir saat kejadian dimana dia merasa lelah dengan pekerjaannya namun akhirnya dia sadar bahwa kebahagiaan bisa kita peroleh dari kejadian yang cukup sederhana.

Dari segi design, saya suka dengan warna cover buku ini yang mencolok karena langsung menarik perhatian orang. Buku dengan 189 halaman ini disajikan juga dengan gambar-gambar ilustrasi menarik dan saya suka sekali, karena dari dulu saya suka sekali dengan gambar tapi ga pernah bisa gambar. Akhirnya hanya bisa jadi penikmat deh.

Menurut saya, saat ini Travel Young sebagai pengingat saya tentang apa yang sedang saya hadapi dan saya seperti menemukan solusinya dari membaca buku ini.  Saya memang sudah tidak muda lagi dilihat dari umur tapi dari buku ini, keinginan saya untuk berhijarah dari domisili saya saat ini semakin besar. Karena saya pun percaya, semakin kamu datang ke banyak tempat semakin banyak pengalaman yang kamu peroleh.  So, kesimpulannya buku ini sangat recommended dang a mandang usia. Bahkan sangat bagus sekali dibaaca oleh remaja supaya mereka dapat terus bermimpi dan menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan agama.

Ada beberapa quote yang saya suka dari buku ini tapi  ada 2 yang paling favorit bagi saya:

“When you take risks, you learn that there will be times when you succeed and there will be times when you fail, and both are equally important”

“Experience is what you get when you didn’t get what you wanted. And experience is often the most valuable thing you have to offer” –Randy Pausch- (Pendiri Entertainment Technology Center).

Mengapa kedua quote ini favorit saya karena apa yang saya hadapi saat ini dan tahapan selanjutnya akan banyak kerikil yang harus bisa saya lewati *means:penelitian plus pekerjaan. Hahaahah. Entah mengapa, saya berfikir bagaimanapun nanti perjalanan penelitian saya yang saat ini masih berjalan sangat lambat dibandingkan yang lain saya yakin saya bisa menghadapinya. Kenapa? Karena setiap kejadian yang saya hadapi nanti pasti saya bisa bangkit dan ada hikmah dari perjalanan itu. Saat penelitian S1 aja saya bisa, kenapa saat ini saya tidak bisa. Kita tidak bisa membandingkan perjalanan kita dengan orang lain. Tapi kesuksesan orang lain bisa dijadikan pacuan semangat dalam menggapai apa yang menjadi target kita.

Semangatttt !!! ^_^ Semoga bermanfaat

#review #buku #agessty #dramaga-bogor #20.24WIB

#Review Resto Tier Siera Part:1

wpid-img-20150119-wa0004.jpgHari Senin 19 Januari 2015 kemarin saya berkesempatan untuk kulineran bersama teman kantor sekalian buka puasa. Padahal mah saya saat itu sedang sakit dan hari Rabu besoknya akan ujian Statistika. Namun, godaan kulineran akhirnya membuat saya tidak jadi belajar. wkwkw :p

Resto Tier Siera ini sudah sering saya dengar dari teman-teman saya, namun saya belum sempat untuk datang kesana. Resto ni berada di Jl. Ahmad Yani no. 48 dekat dengan Warung Steak, Warung Nagih dan Kantor Imigrasi Bogor. Apabila dari arah Baranangsiang, menuju ke arah AIR Mancur terlebih dahulu. Sepanjang jalan tersebut, emmang banyak tempat-tempat makanan yang cukup recomended. Saya tertarik juga nie dengan Warung Nagih, melihat review dari teman-teman saya di Path. Mudah-mudahan secepatnya saya bisa kulineran ke sana. Saat masuk resto ini, kesan yang ada di kepala saya adalah “asik ne tempat”. Masuk ke ruangan resto kamu akan melihat pajangan motor Vespa (sayangnya saya tidak sempat foto, keburu lapar) :p. Ruangan resto ini terbagi menjadi dua bagian yaitu indoor dan outdoor. Ruangan indoor diisi dengan bangku-bangku unik seperti kursi santai, sofa dan bangku-bangku sekolah. Ada juga meja bar, hanya saya tidak menjelajah ke sana. Sedangkan ruangan outdoor diisi dengan kursi kayu dan diisi dengan lilin-lilin karena saaat itu juga sudah malam kondisinya. Sehingga terlihat romantis tempat ini. Ruangan outdoor adalah ruangan yang cukup diminati oleh para pengunjung karena bisa melihat pemandangan luar yang indah dan pastinya spot yang kece untuk berfoto-foto. pada saat saya tiba, terdapat beberapak kelompok wanita  yang sedang berfoto-foto ria. Selain itu, yang membuat saya tertarik ada satu lemari putih besar yang berisi hiasan-hiasan jadul seperti kaset jaman dulu yang berukuran besar, disket dan benda-benda vintage lainnya. Sayangnya tidak sempat foto lagi :(. Yang membuat enak lagi adalah di resto ini ada tempat solat yang cukup bersih dan disediakan juga mukenahnya. Jadi kita tidak perlu kuatir akan salat dimana. wpid-img-20150120-wa0012.jpg

Suasana nyaman tempat ini juga didukung dengan penampilan musik akustik dengan musik yang easy listening juga. Mengenai menu makanan di resto ini cukup beragam, dari Weaster dan Eastern plus makanan Indonesia yang namanya berubah menjadi Inggris (tapi kelihatannya jadi panjang sebutan namanya).

IMG-20150120-WA0006

IMG-20150120-WA0008

IMG-20150120-WA0005

IMG-20150120-WA0003Nah, foto-foto di atas adalah menu-menu yang tersedia di Tier Siera. Bisa dilihat juga, dari sis harga cukup lumayanlah harga makanan dan minuman di resto ini. Saya akhirnya memesan menu ” Steak on Rice” dan ” Jasmine Tea” karena sedang flu saat itu plus lapar berat. hehe. Sedangkan teman saya memesan Roasty and Beef, Fish and Chips dan Cow Burger. Namun, sayang saya hanya bisa mendokumentasikan 2 menu.

IMG-20150120-WA0014

Steak on Rice

Nasinya seperti nasi goreng tai enak dan gurih. Potongan daging yang tipis-tipis memudahkan untuk dimakan dan jamur tiram crispy yang enak. Karena semua rasanya gurih jadi saya menambahkan dengan saos sambal. Tapi dengan kuantitas sebanyak itu, menu ini cukup mengenyangkan untuk jenis perut saya yang karet ini :p.

IMG-20150120-WA0007

Roasty and Beef

Potongan kentang tipis-tipis dengan telur, plus daging dan kuah pas untuk lidah saya, pedes-pedes gimana gitu. Hanya kurang kenyang mah kalau untuk perut saya dan kentangnya kurang banyak. Hehe.

Over all tempat ini memang oke untuk kumpul-kumpul dan bersantai dengan teman-teman sambil mendengarkan penampilan musik dan berselfie ria. Yang cukup disayangkan kemarin adalah ada beberapa pengunjung yang duduk di daerah indoor dan sedang merokok. Kebetulan salah satu teman saya sedang hamil jadi cukup mengganggu saja. Tapi untuk hal lainnya ci oke. Jujur, saya penasaran banget sama ruangan outdoor dan pemandangannya. Kebetulan in shaa Allah tanggal 31 Januari besok saya bakal berkulineran lagi ke tempat ini untuk kumpul bersama Fantastic 8, agenda bulanan kami kumpul arisan, curhat-curhat plus foto-foto. Jadi tunggu saja review part 2 saya tentang resto ini kembali.

#westjava #bogor #tiersiera #resto #review

Outfit of Today

image

At Graha Widya Wisuda

Outfit of today hari ini saya menggunakan warna kesukaan saya kalau kata temen saya cie warna netral saya 😅 yaitu pink. Hari ini saya memadukan warna pink kerudung saya dengan dress abu-abu. Sebenarnya warna atasan dress abu-abu saya warna peach karena jilbabnya menutup dada jadi saya pakai warna pink aj biar lebih soft. Saya pribadi memang menyukai warna-warna pastel seperti pink muda hang dikombinasikan dengan warna lain. Kondisi Bogor yang mendung dan gerimis kecil membuat saya menambahkan satu outfit lagi yang digunkan yaitu warna cardigan abu-abu muda yang warnanya cukup senada dengan warna dress saya. Saya pilih dress ini karena cukup lebar pada bagian bawah sehingga memudahkan saya untuk bergerak dan berlari dengan tambahan sepatu sport saya.
Saya memilih outfit semua itu karena hari ini saya bertugas sebagai panitia registrasi Sosialisai SMBPTN dan promosi IPB. Jadi harus menggunakan dress yang gampang untuk bergerak karena saya membantu siswa- siswa SMA yang datang untuk berkeliling IPB juga. Ini ceritaku,, mana ceritamu di hari ini??? 🙂

Thanx for reading ^^
22 Januari 2015 #bogor

#Review Film : Assalamua’laikum Beijing

Akhirnya, setelah mencari waktu yang pas dan luang saya bisa menonton film ini “Assalamua’alaikum Beijing”. Film yang disutradarai oleh Garin dari sebuah novel karangan penulis wanita yang brilliant “Asma Nadia”. Sebelum film ini launching pada tanggal 30 Desember 2014, saya beruntung karena dapat melihat roadshow dari promosi film ini di kampus saya, IPB Dramaga. Namun sayang, karena kesibukan saya, saya baru bisa menonton di pertengahan Januari. Saya tertarik dengan film ini karena saya melihat trailer film ini di dalam acara roadshow tersebut. Rasa tertarikpun semakin bertambah setelah melihat antusiasme dari para penonton roadshow yang ingin sekali melihat film ini serta beberapa teman saya yang bercerita di media social tentang bermaknanya film ini.

poster-resmi-assalamualaikum-beijing-407x600

Film “Assalamua’laikum Beijing” ini menceritakan mengenai perjalanan kehidupan seorang wanita bernama “Asmara” dengan panggilan Asma (diperankan oleh  Revalina S Temat) di negara Beijing saat bekerja. Pekerjaan itu, dia ambil untuk belajar mengobati raasa sakit hati yang dia raasakan karena pengkhianatan calon suaminya yang ternyata berselingkuh dan pernikahan yang telah mereka rencanakan pun gagal. Asamara bekerja sebagai penulis di sebuah rubric majalah di Indonesia dan dia meenuliskan mengenai Beijing serta kehidupan masyarakat muslim di Cina. Dalam perjalanan risetnya untuk mencari bahan tulisan, Asmara bertemu dengan seorang warga Cina yaitu Zweng Chu ( diperaankan oleh Morgan)  yang berkerja sebagai Tour Guide. Di mata Zweng Chu, sosok Asmara mengingatkannya pada legenda yang terkenal di Cina yaitu seorang wanita cantik dan baik bernama Ashima. Dalam perjalanannya,  Zweng Chu dan Asmara pun semakin dekat namun terhalang dengan keyakinan Zweng Chu yang tidak menyakini suatu agama, dia hanya menyakini Tuhan itu ada. Suatu ketika, Asmara jatuh sakit karena suatu penyakit yang cukup langka yaitu mengenai kekentalan darah yang dapat mengakibatkan buta, stroke, dan rusaknya beberapa saraf. Asmara pun kembali ke Indonesia untuk melakukan pengobatan. Zweng Chu merasa kehilangan  dengan kepulangan Asmara tanpa mengetahui penyakit yang sedang dihadapinya. Singkat cerita, Zweng Chu berkunjung ke Indonesia untuk menemui Asmara dan menyatakan niatnya untuk menikahi Asmara. Zweng Chu pun telah menjadi mualaf karena dia mendapatkan hidayah-Nya melalui Asmara. Saat pertemuan itu berlangsung, Asmara pun kembali mendapatkan serangan penyakit tersebut yang mengakibatkan Asmara tidak dapat berbicara. Keadaan tersebut tidak melunturkan niat Zweng Chu untuk menikahi Asmara apapun keadaanya.

Isi film ini tidak akan saya ceritakan seluruhnya pastinya, supaya yang baca tulisan ini pun penasaran dengan  isi film ini. ^_^ . Saat saya menonton film ini, seluruh penonton yang menonton film ini pun seperti merasakan pesan yang terkandung dari film ini dan seperti mempunyai semangat yang besar untuk terus berubah menjadi lebih baik dan tidak terpuruk dalam suatu kejadian termasuk mengenai masalah hati. Pesan yang terkandung dari film ini kurang lebih adalah :

  1. Jangan pernah takut dengan ujian yang diberikan Allah SWT karena itu adalah keputusan-NYa yang terbaik dan salah satu hikmah-Nya adalah untuk meningkatkan tingk kadar keimanan kita
  2. Sebagai seorang muslimah teruslah menjaga kehormatanmu termasuk dalam hubungan terhadap yang bukan mahramnya.
  3. Jangan pernah terpuruk terlalu lama dengan suatu kejadian atau peristiwa yang menyakitkan tapi jadikan kejadian itu sebagai titik dimana kamu akan menjaddi lebih kuat dari kamu yang sebelumnya
  4. Dunia tanpa agama akan lebih hancur karena keserakahan dan keegoisan dari manusia karena tidak ada pedoman yang mereka yakini
  5. Jangan pernah meremehkan ataupun mengkucilkan temanmu yang beragama lain ataupun tidak beragama. Islam mengatur tentang hubungan manusia dengan manusia, so lakukanlah dengan ikhlas peraturan tersebut
  6. Cinta dengan niat karena Allah, niat untuk menuju surga Allah in shaa Allah akan selalu diberkahi oleh Allah swt
  7. Jangan pernah pesimis dengan kegaagalan yang pernah terjadi dalam kehidupan karena kejadian tersbeut hanyalah sebuah kesuksesan yang tertunda dan akan terjadi pada waktu yang tepat dan indah dalam kehidupan kita

Nah, kira-kira itulah makna yang bisa saya dapatkan dari film ini. Secara subyektif saya mengenai film ini adalah saya suka teknik pengambilan gambar dalam film ini apalagi saat Zweng Chu dan Asmara berada di Tembok Besar Cina di saat itulah terdapat fenomena matahari terbenam yang berada terlihat dekat dengan sebuah bukit. Saya suka sekali dengan pemandangan tersebut. Kemudian pengambilan gambar saat kunjungan Zweng Chu dan Asmara untuk melihat patung Ashima, di sana terlihat sekali banyak batu-batu besar dan tinggi terlihat sangat alami dan indah. Pengamatan saya mengenai pemeran dari film ini baik, walaupun peran Ibnu Jamil sebagai Dewa (mantan pasangan Asmara) terlihat sangat berbeda, serius dan terlihat galak. Jujur saya menjadi ingin tertawa karena saya biasa melihat dia dengan peran yang lucu sama halnya dengan peran Desta sebagai Ridwan yang terlihat bijaksana namun saya biasa melihat dia sebagai pelawak jadi terasa berbeda dan aneh saja. Sedangkan pemeran utama dari Zweng Chu (Morgan) menurut saya logat Cina yang diucapkan masih terasa sekali logat Indonesianya sehingga tidak terlalu memperlihatkan aksen dia sebagai seorang warga Cina. Pemeran utama yaitu Revalina S Temat, saya selalu menyukai acting dia di film apapun, menurut saya dia selalu total termasuk saat adegan dia harus mengalami penyakit stroke. Sedang peran pembantu lainnya seperti Laudya C. Bella cukup baik dan saya cukup terhibur dengan peran dia yang hiperbola tentang kehidupan Asmara.

Inilah review saya mengenai film “Assalamualaikum Beijing”. Mudah-mudahan Maxima Pictures pun akan terus menghasilkan film-film berkualitas lainnya seperti 99 Cahaya di Langit Eropa dan Asslamua’laikum Beijing. Film-film yang dapat membuat penonton yang saat keluar dari bioskop memiliki semangat optimisme untuk mencapai tujuannya dan menunjukkan dirinya sebagai Agen Muslim yang baik karena Islam itu sejatinya Indah.

#agessty #15Januari2015 #11.53pm #Dramaga

New Dream New Hope

Mumpung masih edisi tahun baru, saya bakal menulis apa yang menjadi mimpi-mimpi saya di tahun ini. Karena kalau mimpi-mimpi ini tidak segera ditulis, kayaknya bakal langsung melelh begitu saja dari otak saya, Sebelum saya bermimpi dan berharap, saya akan flash back dulu dengan tahun 2014. Alhamdulillah tahun 2014 bisa saya lalui dengan baik. Saya merasa tahun 2014 adalah tahun di mana saya enjoy dengan kehidupan saya, kebanyakan bersenang-senang sepertinya :p. Karena pada saat itu, saya berfikir masa-masa terakhir sebelum usia 25 ne, pasti di umur 1/4 abad itu rasanya terlihat harus mikir banget tentang kehidupan selanjutnya. Jadi nikmati banget deh tahun kemarin masa-masa itu. Dari Maret 2014 saya solo travelling ke Yogya, kampung halaman sendiri c, tapi ini adalah the first time for me untuk sendirian ke sana. April 2014-Juli 2014 kehidupan saya isnya cuma kuliah, laporan, ujian, kerjaan kantor, bersenang-senang (makan, nonton). Juni 2014 saya kembali ke Yogya tapi kali ini bersama teman-teman kuliah saya dan adik saya Gemas dengan kegiatan yang tentunya menarik. Agustus saya kembali bekerja sambil traveliing dari kegiatan PIMNAS ke Semarang ^^. Ini yang saya suka dari pekerjaan freelance saya di kantor, kerja sambil travelling, apalagi saya belum pernah ke Semarang sebelumnya. Setelah Agustus, kehidupan pun kembali dengan kegiatan kuliah, penelitian dan pekerjaan kantor. Alhamdulillah saya bersyukur juga kehidupan saya bersama teman-teman dan keluarga tidak terlalu banyak konflik seperti tahun-tahun sebelumnya. mungkin karena sudah kebal yak :p. Thanx God ^^

2015 tahun dimana usia saya pun sudah tidak bisa dibilang muda lagi padahal penampilan saya masih unyu-unyu *dilempar batu ma pembaca. Saya merasa bersyukur dengan badan saya ini, karena tidak menunjukkan berapa usia saya sebenarnya ditambah penampilan saya sehari-hari yang masih setia dengan tas ransel “Bunga-Bunga”. ^_^. Mimpi dan harapan saya di tahun ini pun saya canangkan lebih banyak lagi, karena mostly dari apa yang saya inginkan di tahun 2014 masih ada yang gagal karena balik lagi dengan kehidupan saya yang kemarin lebih santai dan menikmati hidup sebagai mahasiswa yang kuliah, kerja, dan menghabiskan waktu dengan teman-teman.

Oke, mulailah list target yang harus dicapai dan harus di akhir tahun nanti saya cek lagi mana yang berhasil :p

1. Perbanyak puasa Senin-Kamis, salat Dhuha dan membaca Al Quran. (Tahun 2014 kemarin ngerasa berkurang ibadah sunahnya *hixhix )

2. Lancar penelitian—>Seminar—>Jurnal submit—>Sidang—->Lulus S2 di tahun 2015

3. Menjadi dosen di salah satu perguruan tinggi di Indonesia, berharap banget di Pulau Jawa meningat kondisi Ayah dan Ibu yang sudah tidak muda lagi jadi biar saya gampang jenguk mereka

4. LULUS PNS. Nah apa bedanya tu dengan target yang di atas. Bedanya bisa jadi target ke 3 saya masih mengajar di swasta karena jadwal tes PNS yang belum buka, jadi paling tidak salah satu dari taget ini bisa tercapai.

5. Travelling lagi ke daerah Indonesia minimal 2 kota (solo travelling atau bareng-bareng tidak jadi  masalah buat saya)

6. Travelling ke luar negeri (ASEAN) minimal 1 negara

7. Target TOEFL tembus 500, dari kemarin masih 480an *huhu

8. Bisa mengendarai sepeda motor, sebenarnya sudah bisa tapi tidak pernah dilepas ke jalan besar *apa bedanya yak :p

9. Mulai mengcreate suatu bisnis yang saya suka, tahun kemarin sebebnarnya saya baru memulai jualan namun dengan jadwal penelitian yang subhanallah padatnya saya jadi berhenti dulu promosi dan fokus terhadap penelitian.

10. Mulai mencari jodoh,,jodoh memang sudah ada dan ditentukan oleh Allah swt, mungkin lebih tepatnya mimpi saya mudah-mudahan saya disegerakan bertemu dengan calon Imam saya. Hehehe. Memang tahun kemarin belum terlalu tergesa-gesa untuk memikirkan hal tersebut. Ya itu dia masalahnya tahun kemarin saya lebih ingin menikmati status saya, lebih banyak membca buku tentang agama, psikolog, travel dan kesehatan. Sebenarnya cie belajar juga untuk mempersiapkan diri. Dan tahun ini saya berusaha untuk mempersiapkan lebih mantap lagi untuk menjadi muslimah yang lebih baik ^^

11. Dan harapan saya terakhir: Mudah-mudahan di tahun ini saya dan keluarga saya selalu dilindungi oleh Allah swt, diberi kesehatan, panjang umur dan selalu diberkahi oleh Allah swt. Mudah-mudahan saya masih diberi kesempatan untuk dapat membahagiakan orang tua saya dan lebih bermanfaat terhadap lingkungan sekitar. Menjadi agent muslim yang baik ^^

Nah, itu dia 11 mimpi dan harapan saya, mudah-mudahan para Malaikat turut serta mengaminkan doa-doa saya ini dan dikabulkan oleh Allah swt pada waktu yang terbaik untuk saya ^^

Hidup itu sebuah perjalanan, perjalanan cerita yang kita tidak akan pernah tahu kemana arahnya. Tetapi perjalanannya selalu mengikuti arah kaki kita melangkah. Mimpi yang membawa kita semua menikmati indahnya hidup. Mimpi itu awal dari sebuah cita-cita. Bermimpilah terus hingga Tuhan memeluk mimpi kita

Selamat malam

Assalamualaikum

Tak Akan Pernah Ada Yang Tahu

Tak kan pernah ada yang tahu kapan Tuhan akan mengirimkan perintahnya kepada Malaikat untuk mencabut nyawa hambaNya
Tak kan pernah ada yang tahun kapan Tuhan akan mengirimkan perintahkan kepada Malaikat untuk memberikan rezekinya
Tak kan pernah ada yang tahu
Dia bulan terakhir ini, saya sudah mendengar dan melihat peristiwa-peritiwa yang tidak terelakkan tentang kematian dan munculnya manusia baru. Tak kan pernah ada yang tahu mengapa kematian itu datang tiba-tiba.
Yang dapat dilakukan para hambaNya kini hanyalah selalu mengingat Allah, sadar dengan apa yang telah kita perbuat dan terus belajar mwnjadi manusia yang lebih baik. Karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan dijemput olehNya. Mudah2an saat penjemputan itu, kita berada dalam keadaan yang saleh dan shalehah
Teman yang mungkin kini kalian sedang kehilangan anggota keluargamu, mudah2an Allah memeberikan tempat terbaik bagi mereka, dan mudah2an kalian diberi kesabaran dan lapang dada yang seluas-luasnya.
Jangan pernah berhenti menjadi lebih baik
Jangan pernah berhenti semangat untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi indah kita untuk bermanfaat bagi lingkungan sekitar kita
Karena kita tak kan pernah tahu kapan kematian akan terjadi
Dan Allah pun Maha Adil setiap kepergian pasti ada kedatangan calon-calon khalifah yang selalu di dalam doa dan harapan kita bisa menjadi manusia yang lebih bermaanfaat bagi sekitarnya
#notetomyself #agessty