Review Buku : Travel Young by Alanda Kariza

10431712_10152996857988980_7245208873459002843_n

Siapa sie yang ga tahu Alanda Kariza, wanita muda yang menurut saya “KECE” parah. Hehehe… Jujur saya pun belum lama ini tahu track record dia. Sudah sering mendengar namanya saat S1 tentang Indonesia Youth Conference dan menulis beberapa buku. Dua buku dia yang saya tahu hanya Dream Catcher dan Travel Young. Namun, dengan kegiatan saya yang hanya berkutat di situ-situ aja jadi saya tidak tahu banyak tentang siapa dia ataupun pemuda-pemudi “KECE” lainnya. Jujur, saya kadang merasa sedikit menyesal, kemana aja ya dulu saya S1 kok bisa cie hanya tahu sedikit kegiatan-kegiatan sosial ataupun pertemuan pemuda lainnya. Saya jadi merasa kesibukan saya tidak diimbangi dengan pengetahuan saya. But, from this experience im learned something and God give me chance to learn again about something that I didn’t know before. Im feel grateful because I can school again. Jenjang pendidikan yang saya jalani saat ini membuat saya berfikir untuk lebih banyak belajar tidak hanya materi kuliah, experience dalam pekerjaan saya di kantor tapi juga pengetahuan luar saya baik dalam bidang apapun. Saat ini saya sedang tertarik dengan dunia travelling, psikolog, kehamilan, pernikahan dan kesehatan. Bukan karena saya sudah ingin sangat menikah atau alasan psikis yang mungkin saya alami. Tapi karena saya merasa masih kurang sekali ilmu. Semakin kita belajar semakin kita merasa kita bukanlah apa-apa. Karena di luar sana masih banyak orang yang lebih “KECE” lagi bahkan sudah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan agama. Ok, back to topic

Beberapa hari lalu saya sedang blogwalking di blognya mba Alondita. Dia bercerita tentang review buku Travel Young ini. Dari hasil reviewnya, saya fikir buku ini kayaknya keren ne. Dan akhirnya, setelah beberapa hari kerja  dengan itensitas tinggi dan emosional pun sedang tidak menentu karena bakal waktu PMS saya memilih untuk pergi sendirian membeli buku ini sambil makan siang setelah bersemedi dari hari sebelumnya demi proposal penelitian saya yang ga kelar-kelar. Yey, akhirnya kebeli juga 3 buku inceran saya. Nanti bakal saya review satu-satu kok.

Buku Travel Young ini secara umum menceritakan tentang pengalaman penulis  tentang perjalanannya ke berbagai belahan dunia dan dia menuliskan pelajaran-pelajaran yang diperoleh dari setiap pelajaran. Dari awal kepergian pertama dan terjauh yang dilakukan saat berumur 17 tahun ke Inggris hingga perjalanan liburannya ke Walt Disney dan Roma di sela-sela kesibukan pekerjaannya. Buku yang saya baca dalam waktu 4 jam ini benar-benar membuat saya pribadi kagum dan pikiran saya jauh lebih terbuka. Pengalaman emosional tentang ketakutan mengemukakan pendapat, tentang kemandirian, tentang pengambilan keputusan yang kita pun tahu resikonya yang cukup besar, tentang kehidupan sosial manusia yang sejatinya saling membutuhkan tentang suatu pencapaian target tanpa harus dipublikasikan apa yang telah kita lakukan, tentang cinta yang akan dipertemukan dalam tujuan yang sama dan ketenangan dalam menghadapi sesuatu karena Life is so simple dan kamu tidak perlu berfikir terlalu rumit karena hal itu pasti akan berlalu.  Tetapi tidak hanya pengalaman emosi yang penulis ceritakan, penulis juga menuliskan beberapa  tips saat travelling dan beberapa kisah anak muda Indonesia yang ga kalah “KECE”nya.

Gaya bahasa dari penulis yang mengalir dan runut dalam menyampaikan pesan dari pengalamannya membuat saya sebagai pembaca seperti masuk dalam kehidupannya. Saya seperti bisa merasakan ketakutan yang dihadapi, kekesalan yang dihadapi ataupun rasa syukur yang dirasakan saat bisa menikmati suatu kejadian. Saya suka alur ceritanya, pertama-tama dia menceritakan tentang ketakutannya kemudian diikuti dengan tantangan-tantangan yang berbeda yang dia harus hadapi dalam perjalananannya seperti  kepanikan dia saat berada di Doha, Qatar tanpa koper sedangkan dia harus mengikuti conference internasional, tentang perasaan dia saat dia merasa gagal menjadi pembicara pada acara One Young World di Amerika dan kejadian lainnya dan berakhir saat kejadian dimana dia merasa lelah dengan pekerjaannya namun akhirnya dia sadar bahwa kebahagiaan bisa kita peroleh dari kejadian yang cukup sederhana.

Dari segi design, saya suka dengan warna cover buku ini yang mencolok karena langsung menarik perhatian orang. Buku dengan 189 halaman ini disajikan juga dengan gambar-gambar ilustrasi menarik dan saya suka sekali, karena dari dulu saya suka sekali dengan gambar tapi ga pernah bisa gambar. Akhirnya hanya bisa jadi penikmat deh.

Menurut saya, saat ini Travel Young sebagai pengingat saya tentang apa yang sedang saya hadapi dan saya seperti menemukan solusinya dari membaca buku ini.  Saya memang sudah tidak muda lagi dilihat dari umur tapi dari buku ini, keinginan saya untuk berhijarah dari domisili saya saat ini semakin besar. Karena saya pun percaya, semakin kamu datang ke banyak tempat semakin banyak pengalaman yang kamu peroleh.  So, kesimpulannya buku ini sangat recommended dang a mandang usia. Bahkan sangat bagus sekali dibaaca oleh remaja supaya mereka dapat terus bermimpi dan menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan agama.

Ada beberapa quote yang saya suka dari buku ini tapi  ada 2 yang paling favorit bagi saya:

“When you take risks, you learn that there will be times when you succeed and there will be times when you fail, and both are equally important”

“Experience is what you get when you didn’t get what you wanted. And experience is often the most valuable thing you have to offer” –Randy Pausch- (Pendiri Entertainment Technology Center).

Mengapa kedua quote ini favorit saya karena apa yang saya hadapi saat ini dan tahapan selanjutnya akan banyak kerikil yang harus bisa saya lewati *means:penelitian plus pekerjaan. Hahaahah. Entah mengapa, saya berfikir bagaimanapun nanti perjalanan penelitian saya yang saat ini masih berjalan sangat lambat dibandingkan yang lain saya yakin saya bisa menghadapinya. Kenapa? Karena setiap kejadian yang saya hadapi nanti pasti saya bisa bangkit dan ada hikmah dari perjalanan itu. Saat penelitian S1 aja saya bisa, kenapa saat ini saya tidak bisa. Kita tidak bisa membandingkan perjalanan kita dengan orang lain. Tapi kesuksesan orang lain bisa dijadikan pacuan semangat dalam menggapai apa yang menjadi target kita.

Semangatttt !!! ^_^ Semoga bermanfaat

#review #buku #agessty #dramaga-bogor #20.24WIB

Iklan

Satu pemikiran pada “Review Buku : Travel Young by Alanda Kariza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s