Review : Resto Lemongrass

20150210_195538

Tampilan Depan Resto Lemongrass

20150210_195531

Tampak depan resto

Selasa, 10 Februari 2015 saya dan teman-teman kantor berkesempatan untuk buka puasa bersama di resto baru daerah Padjajaran yaitu Resto “Lemongrass”. Soft launching resto ini dimulai sejak tanggal 9 Februari-13 Februari 2015. Rasa penasaran kami dengan resto ini karena arsitektur dari resto yang menarik yang diupload oleh akun Instagram @visitbogor.  Tambah penasaran deh kami, apalagi dengan iming-iming datang diantara tanggal tersebut bisa mendapatkan disko 10% bila memfollow akun twitter dan instagram dari @lemongrassresto. Lemongrass resto ini berada di Jl. Padjajaran no. 21. Kalau dari arah Dramaga, lebih mudah kalau naik Trans Pakuan di Bubulak dan turun di Halte Trans Pakuan Rumah Sakit Azra. Setelah itu, jalan ke arah toko Harvest, tidak jauh dari toko tersebut terdapat resto LemonGrass. Sedangkan bila dari arah Baranangsiang bisa menggunakan angkot 08 atau 09 atau bis tujuan Cibinong, turun di depan hotel Padjajaran Suites tinggal nyebrang deh. Cukup mudah untuk mendatangi resto ini.

20150210_195509

Pintu masuk resto

20150210_195450

Saya bersama teman kantor tiba pukul 18.00 dan ternyata resto cukup penuh. Untung dua teman kantor saya lainnya sudah tiba untuk mereserved tempat terlebih dahulu. Kesan pertama saya dengan resto yaitu saya suka dengan design interior dari resto ini, aksesoris yang digunakan menarik dari bentuk meja, bentuk dan bahan kursi yang digunakan bahkan betuk lampunya. Memasuki resto ini cukup unik yaitu melewati pintu masuk di bagian tepi dimana dindingnya ditumbuhi dengan tanaman seperti vertical garden. Resto ini terdiri dari dua lantai, namun sayangnya saya tidak sempat melihat lantai atas bagaimana designya. Lantai dasar terdapat bagian outdoor dan indoor. Bagian indoor terdiri dari beberapa meja bulat, persegi dan panjang. Meja bulat sepertinya diperuntukkan untuk jumlah pengunjung 2-3 orang. Meja persegi diperuntukkan untuk jumlah pengunjung 4-6. Dan meja panjang diperuntukkan untuk pengunjung lebih dari 6. Arsitektur bagian outdoor sangat menarik karena terdapat kolam renang dan di tepinya terdapat sofa santai yang diperuntukkan bagi para pengunjung untuk bersantai lebih leluasa. Jujur saya, suka dengan bermacam-macam jenis kursi yang digunakan dari kursi kayu dengan bentuk yang berbeda, bahan sofa yang digunakan serta dilengkapi dengan bantal guna menambah kenyamanan pengunjung.  Aksesoris lainnya yang menarik dari resto ini adalah bentuk lampunya, meja untuk chef, bentuk pot bunga yang indah serta lemari yang ada di resto ini. Warna yang mendomnasi resto ni adalah coklat muda dengan warna-warna segar lainnya seperti hijau dan pink, sehingga resto ini seperti dekat dengan alam. Nilai plus dari resto ini juga adalah adanya taman kecil yang dapat membuat suasana resto terlihat adem.

20150210_184924

20150210_184847

Salah satu furniture yang saya suka

20150210_184836

Meja Chef

20150210_184902

Salah satu bentuk lampu yang unik

Kalau dilihat dari segi makanan, resto ini menyajikan makanan dari kelas ringan hingga kelas berat :D. Menu Eastern dan Westearn tersajikan di resto ini. Tampilan daftar menu resto ini seperti koran tapi saya suka dengan warnanya yang menarik dan eye catching.  Kesempatan kemarin kami semua memesan menu kelas Berat karena salah satu teman kami sedang puasa. Kalau saya mah ga mungkin milih menu biasa, karena di hari itu saya memang belum makan seharian jadi sengaja lah pilih menu kelas Berat. :P. Teman kantor lainnya memang makannya pada banyak juga cie heheh include bumil. Intinya cie saya dan teman kantor memang pemakan kelas berat hahahaha. Ok, balik lagi ke menu resto ini. Saya memesan nasi goreng seafood, teman saya lainnya memesan menu mie hongkong dengan topping bebek panggang, laksa, dan nasi goreng Yang Chow (recomended). Minum yang kami pesan lychee iced tea, coffee O Ice, dan Milo Ice. Menurut saya nasi goreng yang saya rasakan cukup enak, seafoodnya juga cukup banyak, kerasalah ada cumi, ikan dalam bentuk bakso dan udang. Hanya sedikit keasinan, saya sie berfikir mngkin karena keluarga saya memang memasak dengan kadar garam yang rendah. Tapi ternyata hal yang sama juga dirasakan teman saya yang lain saat memesan Nasi Goreng Yang Chow dan Laksa. Nasi Goreng Yang Chow disebutkan di daftar menu sebagai menu yang recomended, saya akui hal tersebut karena enak ditambah dengan sayuran juga. Sayangnya saya tidak mencoba menu laksa karena saya memang tidak terlalu suka dengan makanan yang memiliki kuah santan. Menu mie hongkong dengan topping bebek panggang recomended menurut saya. Jujur saya baru tahu kalau mie hongkong itu teksturnya tipis dan kecil-kecil. Rasanya enak hanya terlalu gurih gitu. Bebek panggangnya enak :D. Kalau dari segi minuman, kami sempat memesan menu andalan resto ini yaitu Homemade Watermelon lemonade, namun sayang sudah habissss L. Lychee iced tea yang saya pesan saya suka, tidak terlalu manis dengan tambahan toping seperti nata de coco. Untuk Coffe O Ice saya tidak encoba karena saya tidak suka kopi. Saya kira Coffee O Ice itu seperti apa gitu, ternyata hanya kopi hitam toh hehe. Kalau menu milo ya seperti milo pada umumnya lah. Semua minuman yang kami pesan disajikan dalam gelas berbentuk jar. Dari segi harga, menu makanan dan minuman yang ada di resto ini hampir sama dengan resto Tier Siera yang pernah saya review sebelumnya.

IMG-20150210-WA0009

Cover daftar menu

20150210_190147

Salah satu menu Western

20150210_190126

Beberapa menu berat

IMG-20150210-WA0010

Menu yang kami pesan : Nasi goreng Seafood, Nasi Goreng Yang Chow, Laksa dan Mie Hongkong

Mengenai pelayanan resto ini, masih agak kurang. Mungkin karena baru kali yak, jadi mereka masih menyesuaika. Resto ini cukup menarik perhatian dari masyrakat yang mengakibatkan tempat ini penuh pada jam-jam istirahat dan jam makan malam. Karena masih sangat baru, waitress dari resto ini bentuk pelayanannya masih belum seragam dari dilihat saat melayani konsumen. Kekurangan dari resto ini tidak adanya nomor meja yang menyebabkan beberapa waitress pengantar makanan harus bertanya kepada setiap meja apakah memesan menu tersebut atau tidak. Banyaknya pengunjung bahkan menyebabkan pemilik dari resto ini turut turun langsung melayani pengunjung. Kami pun mendapatkan pelayanan yang agak terlambat yaitu 2 teman saya yang memesan minuman harus menunggu cukup lama hingga minumannya datang. Kami maklumi karena memang masih barunya resto ini dan mungkin masih beradaptasi dengan keadaan pengunjung. Saya yakin resto ini bakal terus rame apalagi kalau pelayanannya juga ditingkatkan :D.

Itulah review saya tentang resto LemonGrass, jadi makin banyak aja nih resto di Bogor. So, jangan ragu untuk berwisata kuliner di Bogor ^^

#agessty #review #resto #lemongrass #dramaga-bogor #22.20p.m

Iklan

2 pemikiran pada “Review : Resto Lemongrass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s