Review : Life Traveler

20150215_165244_1

Wah, sudah hampir sebulan saya tidak menyentuh laman ini karena kegiatan saya yang cukup melelahkan. Yup, saya sedang mengejar kemajuan peelitian saya dan beberapa tugas kantor yang cukup membuat kaki ingin berhenti melangkah. Eaaaa, bahasaku. Back to the topic. Life Traveler adalah buku ke empat yang saya beli di bulan Februari kemarin. Buku yang saya sudah lama cari sejak akhir tahun kemarin dan selalu tidak ada di Gramedia Botani Square ataupun Elos. Akhirnya, saya menemukan buku ini di kampus saya pada saat ada bazzar buku dari Gagas Media. Tentunya saya langsung beli secara nyarinya aja udah lama banget ini buku. Saya tertarik dengan buku in karena teman saya lagi Divan yang mereview sedikit tentang buku ini dan membuat saya tertarik dengan isinya.

Buku dengan tebal 381 halaman ini akhirnya bisa saya selesaikan dengan waktu yang cukup lama karena kegiatan yang sedang saya jalani saat ini. Buku yang menceritakan tentang perjalanan seorang Windy Ariestanty selama berpergian di luar negeri. Buku dengan teman traveller ini tidak hanya menceritakan tempat-tempat indah di luar negeri sana namun juga menceritakan perjalanan hati yang dia rasakan selama perjalanan. Perjalananan dia yang mengajarkan tentang makna dari sebuah kehidupan, tentang kenyamanan, tentang rasa syukur, tentang keluarga dan kesederhanaan. Alur dari buku ini menarik dan selalu diselipkan dengan tips-tips dalam sebuah perjalanan dan tempat-tempat mana yang disarankan untuk dikunjungi. Yang membuat saya nyaman saat membaca buku ini adalah selalu adanya hikmah dari perjalanan yang dia jalani dan tertuang dalam untaian beberapa kalimat. dan pastinya kalimat tersebut bermakna dalam bagi saya.

Tidak hanya isi dari buku ini yang membuat saya enjoy, tapi juga design dari buku ini. Mungkin karena saya penikmat seni dan penyuka gambar-gambar. Saya suka dengan design-design gambar yang disajikan dalam buku ini. Gambar-gambar yang menggambarkan perjalanana dalam setiap bab, gambar gambar tersebut sepertiterbuat dari cat air. Selain itu juga ditampilkanya dokumentasi dokumentasi yang mendukung perjalanan ini.

So, menurut saya buku ini cukup menarik, membuat saya semakin ingin untuk melakukan perjalanan. Untuk merasakan apa yang penulis rasakan tentang hikmah dari setiap perjalanan yang harapannya dapat membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan open mind.

#Sabtu #7 Maret #20.45 pm #dramaga #review #book #lifetraveler

Iklan

2 pemikiran pada “Review : Life Traveler

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s