Review : Karena Selama Hidup Kita Belajar by @faldomaldini

unnamed

Setelah baca buku yang menghibur dan membuat saya lebih santai, saya pun ngerasa perlu sesuatu yang bisa buat saya semangat. Dan saya merasa beruntung karena buku yang saya nantikan akhirnya terkirim juga “Karena Selama Hidup Kita Belajar” karya @faldomaldini sampai juga di kantor. Yeyyyyy ^_^. Saya kira sampai hari Rabu, karena penulisnya bilang dikirim dari hari Senin, tapi baru sampe hari Jumat. Positivenya, penulisya mungkin lelah secara dia ngurusin bukunya sendiri. Heheh. Saya mesen buku ini karena saya suka tulisan faldo dari tumblrnya. Entah bermula dari siapa yang mereblogged tulisan beliau, saya akhirnya memfollow tumblr dan web blog terbarunya. Saya suka gaya bahasaya dalam tulisan. Kalau @kurniawangunadi banyak menggunakan kata-kata metafora dan terkesan seperti puisi serta terlihat sederhana. Berbeda dengan @faldomaldini dengan menggunakan kata-kata yang tersirat semangatnya, kata yang menginspirasi sekaligus memotivasi para pembacanya bahwa kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan tentunya lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca lebih lanjut

Iklan

Review : Catatan Akhir Kuliah 2.0 by @maulasam

edit-catatan-akhir-kuliah-552c9bef80952

Catatan Akhir Kuliah 2.0 by @maulasam

Setelah hampir 2 minggu saya absen dari dunia blog, akhirnya saya kembali menulis lagi setelah menghadapi banyak rintangan yang bertubi-tubi. Eaaaaaaaa…. *lebay. Yup tap jujur 2 minggu ini saya berasa lagi di bawah banget dari hasil lab yang belum kunjung berubah menjadi lebih baik plus dateline pekerjaan yang makin banyak. Dan disaat seperti itulah, saya merasa homesick banget pengen pulang tapi masih belum bisa karena beberapa tanggung jawab yang berakhir dengan telepon keluarga. Sudah..sudah curhatnya hahaha. Dan untuk mengurangi pikiran saya tentang lab atau pekerjaan saya biasanya mengalihkan perhatian dengan baca buku. Kali ini, buku yang saya baca buku yang cukup ringan dengan tujuan pikiran jadi bisa lebih nantai. Kebetulan teman saya @maulasam baru saja merelease buku sekuelnya dengan judul Catatan Akhir Kuliah 2.0. Buku pertama dengan judul yang sama Catatan Akhir Kuliah yang telah direlease 1 tahun yang lalu. Bahkan tahun ini buku ini telah diadaptasi menjadi film yang akan release pada Agustus 2015 *kata penulisnya ci gtu :p

Setelah tahu temen saya baru release buku kedua, saya langsung penasaran dengan isi kedua bukunya dan saya pengen tahu perkembangan cara menulisnya apakah memiliki perbedaan dan kemajuan yang signifikan dari buku pertama ke buku kedua. Akhirnya minggu kemarin saya ke toko buku karena menunggu rotav sample yang hampir 6 jam sungguh melelahkan,,lebih baik cari kesenangan hehe. Dan bukunya bar selesai dibaca tadi malam, karena beberapa hal. Kalau ada yang ingin beli buku CAK 2.0 ini, saya sarankan untuk membeli buku CAK yang pertama dulu. Karena cerita yang ada di buku pertama dan kedua saling berhubungan. Jadi, pasti jetlag kalalu langsung buku baca buku kedua. Buku CAK 1 menceritakan tentang kehidupan sam saat masa-masa pembuatan skripsi, masa galau tingkat dewa, masa ditolak sama dosen and kodok *ups dan tentang time capsule. Nah, di buku pertama jujur saya ngerasa isinya kurang dapat klimaksnya, saya masih belum mendapatkan sensasi saya ingin terus baca halaman berikutnya. Selain itu, saya masih ngerasa bahasa ngelucunya sam kurang dapet, ngerasa garing gitu serta isi buku yang berasa lebih banyak curhatnya dibanding pesan yang mau disampaikan. Saya pun sempat menyampaikan kesan saya baca buku pertamanya dengan sam langsung.

Nah, makanya pas buku kedua CAK udah rilis, saya penasaran dengan perubahan apa yang dia lakukan di buku kedua ini. Buku kedua ini berisikan tentang masa-masa setelah kuliah, galaunya mahasiswa yang menjadi pengagguran yang masih belum tahu ingin menjadi seorang pekerja kantoran kah atau wirausaha. Sam menceritakan semua yang teah dialami setelah menjadi mahasiswa dari menjadi pekerja kantoran, bekerja di sebuah acara tv ternama hingga kahirnya membulatkan tekad menjadi seorang wirausaha dan penulis. Cerita yang ia sampaikan menggamabarkan apa yang dialami oleh mahasiswa lainnya setelah lulus dan akan menjadi apa, belum lagi idelisme yang dipegang saat mejadi mahasiswa seperti bertarung dengan realita yang ada seperti idealis yang ga mw kerja di bank namun karena tuntutan kondisi akhirnya meluruhkan idealisme yang dipegang selama menjadi mahasiswa, serta kegalauan seorang anak saat orang tuanya terus menyuruh untuk bekerja seperti suatu beban tersendiri bagi anak tersebut saat mereka belum bisa membuat orang tuanya bangga. Semua lengkap disini. Masalah Kodok wanita yang menjadi wanita idamannya pun diceritakan disini, bagaimana akhir dari hubungan mereka. Mending langsung baca aja deh. Secara saya tahu kisah aslinya kayak gimana, jadi ya saya hanya bisa ngakak aja pas baca buku ini plus nama-nama tokoh yang tidak asing buat saya siapa sosok dibalik cerita ini. Dan akhirnya saya bisa tertawa lepas,, yup di buku ini saya merasakan sensasi itu. Saya merasa gaya bahasa sam lebih baik dari buku sebelumnya. Alur cerita lebih ngalir, saya punya rasa untuk segera menghabiskan buku ini ga terkesan maksa ngelucunya. Okelah untuk buku ini.  Pesan yang disampaikan di dalam buku ini juga nyampe dengan bahasa yang santai terutama masalah plan hidup lw mau jadi apa setelah lulus nanti, apakah idealisme lw akan terus bertahan, apakah lw bisa kuat dengan lingkungan sekitar yang ga mendukung langkah lw. Dan menurut saya, penting hal ini untuk dibahas buat mahasiswa tingkat akhir untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.

Selamat membaca 😀

#review #buku #dramaga #bogor #21.33p.m

 

#Review : Two Stories

Hai hai helloha helloha udah berapa lama ya saya ga nulis :p. Akhirnya saya dapat waktu senggang lagi setelah seminggu ini saya menyiapkan diri buat UTS, terus pusing cari lab yang bisa buat uji enzim. Sekalinya dapet, teng teng teng ternyata alatnya kegedean sama diameter botol sampel saya. Hahaaha, miris sih tapi mau gimana lagi, ekspresi muka ga kontrol pun ga akan merubah keadaan. Sampai mami pepmbimbing pun bertanya “Kamu baik-baik saja kan Ges?” Terus saya pun hanya bisa tersenyum. Ok, sekian curhatnya dan back to topic. Minggu kemarin saya akhirnya bisa kulineran lagi bareng temen kantor ke resto yang memang jadi inceran kita sejak lama tapi ga pernah jadi kesana. Tapi, akhirnya kesampaian juga yaitu ke Two Stories. Resto ini terletak di Jl. Padjajaran Indah V No. 7 dekat dengan Rumah Sakit BMC (Bogor Medical Center).  Satu jalan dengan resto Monarchy Bistro. Kalau kalian naik kendaraan umum, kalian naik angkot yang menuju Baranang Siang atau Padjajaran turun di Giant Padjajaran. Dari Giant, kalian jalan sedikit kalian akan menemukan belokan kiri jalan aja sedikit, nanti nemu belokan kiri lagi ke arah BMC.  Dari BMC kalian jalan terus aja, nanti kalian bakal nemu resto Two Stories di sebelah kanan jalan. Kalau bingung, tanya aja sama tukang ojek yang deket daerah Giant, rumah sakit BMC dimana. Karena memang dari BMC menuju Two Stories tidak terlalu jauh.

Two Stories memilki 2 lantai, lantai bawah merupaan area non smoking sedangkan lantai 2 merupakan are smoking. Karena kita makan bareng bumil, jadi otomatis kita pilih area di lantai bawah.  Saat nyampe restoran kita langsung disambut dengan waitress yang cukup ramah, terus pesan deh karena keburu laper, hehehe :p. Mungkin karena restoran lagi sepi, makanya waitressnya juga langsung tanggap.  Jenis makanan yang tersedia di resto ini adalah Indonesia dan Western. Sedangkan dari segi harga termasuk kelas menengah ke atas. Saya suka dengan design menu two stories, pertama hemat kertas seperti pamflet gitu kedua designya simple.

1

2 Baca lebih lanjut

Review Buku : “Bulan”

tumblr_inline_njudj5T9Ik1qb7t48

Sesuai janji saya beberapa minggu lalu, saya bakal review buku kedua Tere Liye serial lanjutan dari buku pertama BUMI. Buku kedua ini baru dirilis pada bulan Maret 2015. Saat melihat di Gramedia, sudah terpampang buku BULAN,tanpa mikir lagi langsung ambil deh tu buku. Soalnya udah penasaran banget dengan kelanjutan petualangan Raib, Seli dan Ali. Saya berekspetasi petualangan mereka bertiga akan berlanjut di Klan Bulan kembali, karena judul buku ini adalah BULAN. Tapi ternyata saya salah, mereka berpetualang di Klan Matahari, asal tempat Seli berasal.

Setelah petualangan yang dialami oleh Raib, Seli dan Ali di Klan Bulan, mereka kembali ke Klan Bumi dan menjalani kehidupannya seperti biasa. Miss Selena masih tetap berada di Klan Bulan bersama Av untuk mencari jalan agar Tamus tidak bisa kembali. Seperti biasanya, Ali masih penasaran mengapa Miss Selena meninggalkan mereka terlalu lama tanpa berita apapun. Sama halnya dengan Raib dan Seli yang terus bertanya-tanya kemanakah Miss Selena dan pertanyaan yang Raib ingin sekali ia tanyakan yaitu siapakah orang tua kandung Raib. Miss Selena akhirnya kembali ke sekolah menjelang ujian semester dan mengajak mereke bertiga untuk ke Klan Matahari, kampung halaman Seli untuk membina hubungan antara Klan Matahari dan Klan Bulan.  Libur semester pun tiba, dan mereka akan berangkat ke Klan Matahari bersama Miss Selana, Av dan Ily.

Mereka tiba di Klan Matahari dengan sambutan yang luar biasa dari masyarakat Klan Matahari. Klan Matahari adalah masyarakat yang sangat modern dengan teknologi-teknologi yang mereka miliki. Penyambutan mereka bersamaan dengan Festival Bunga Matahari yaitu sebuah kompetisi dengan peserta pemuda-pemuda terbaik Klan Matahari yang akan mencari dimanakah letak bunga matahari yang pertama kali akan mekar. Ily, Raib, Seli dan Ali secara tiba-tiba dimasukkan ke dalam salah satu peserta kompetisi Festival Bunga Matahari. Av dan Miss Selena merasa tidak setuju karena kompetisi ini terkenal sangat berbahaya. Namun, demi terciptanya hubungan yang baik antara Klan Bulan dan Klan Matahari maka akhirnya mereka menyetujui hal tersebut. Petualangan mereka berlangsung selama 9 hari untuk mencari dimanakah letak bunga matahari pertama kali akan mekar. Petunjuk mengenai letak bunga matahari akan disampaikan dengan kejadian-kejadian yang hanya dibaca oleh peserta tertentu saja salah satunya Raib yang mampu membaca keadaan alam. Berbagai rintangan besar dialami oleh 10 grup peserta kompetisi. Grup Raib pun sempat dicurangi oleh salah satu kelompok. Apakah kelompok Raib berhasil menang? Kalian bisa langsung membaca buku ini, yang pasti akan ada suatu pertempuran dalam cerita ini dan salah satu dari peserta akan meninggal. Siapakah dia?

Totally, saya suka dengan kelanjutan buku ini. Beberapa saya baca review dari para pembaca bahwa buku ini kurang greget. Lain halnya dengan saya, saya merasa adrenalin saya ikut terpacu saat membaca petualangan mereka selama 9 hari, apalagi saat pertempuran. Deskripsi mengneai petunjuk-petunjuk saat kompetisi, latar tempat dan alur ceritanya begitu menarik bagi saya. Semalaman saya habiskan waktu saya terlena saat membaca petualangan ini. Saya terus membayangkan bagaimana tempatnya, tokoh-tokohnya dan keadaan yang terjadi saat petualangan berlangsung. Bayangan saya langsung menuju film Maze Runner dan Harry Potter and Goblet of Fire.  Pastinya keren sekali apabila imajinasi-imajinasi ini mampu divisualisasikan dengan baik. Awesome. Selain alur cerita, deskripsi tempat dan detail dari setiap kejadian yang saya kagumi. Saya juga mengagumi bagaimana si Penulis memberikan nama-nama dalam setiap tokoh yang ada di buku ini salah satunya nama Sana-Tara-Bata III salah satu ketua kompetisi Festival Bunga Matahari.  Nama yang begitu unik. Pastinya buku ini recomended untuk dibaca. Seperti biasa, Tere Liye pasti menyisipkan serangkaian kalimat yang mengandung makna yang dalam. Salah satunya adalah :

Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.

Saya semakin penasaran dengan buku ketiga yaitu Matahari yang akan release pada tahun depan. Hwaaa,,masih lama yak

#review #buku #bulan #tereliye #dramaga-bogor #jawabarat #19.27p.m