Review Rumah Tangga by Fahd Pahdepie

IMG_20150623_082346

Akhirnya setelah beberapa minggu, saya bisa kembali menulis di laman ini lagi. Sebelumnya, walau telat saya ingin mengucapkan Happy Ramadhan, selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan, mudah-mudahan kita semua dapat semakin dekat dengan Allah swt dan kualitas keimanan kita pun semakin baik.  Di awal bulan Ramadhan ini pun, saya berfikir untuk membuat satu project supaya saya pribadi bisa lebih produktif selama bulan Ramadhan, selain beribadah saya berencana untuk produktif menulis di blog ini dan pastinya menulis rangkuman jurnal-jurnal yang sudah baca demi TESIS. Hehehehe…. 😀

Kali ini, saya bakal mereview buku karangan dari Fahd Pahdepie. Pertama kali tahu tulisan beliau di timeline facebook temen saya yang menshare cerita yang ditulisnya. Lalu berlanjut dengan follow tumblr dan IG. Semua tulisannya saya suka dan mudah untuk dipahami. Oleh karena itu, pas tahu dia bakal release buku saya langsung pesen deh pre order I, ga mau ketinggalan ceritanya :p

Buku yang saya order ini berjudul “ Rumah Tangga :Berumah dalam Cinta di Tangga Menuju Surga” . Melihat judulya saya berfikir pasti isinya romantis gitu deh. Buku dengan 284 halaman ini menceritakan kisah yang telah dialami oleh Fahd Pahdepie dengan istrinya dalam menjalani kehidupan rumah tangga dari awal pernikahan hingga 5 tahun perjalanan pernikahan mereka. Kumpulan cerita dan rangkaian kata dalam bentuk puisi  yang terdapat dalam buku ini disampaikan dalam kalimat yang sederhana namun bermakna dalam yang mungkin kisah ini juga dialami oleh rumah tangga lainnya. Namun penulis dapat menyampaikannya dengan cara yang baik dan membuat pembaca khususnya saya merasa mendapatkan ilmu baru tentang rumah tangga. Contohnya saja, saat akan membina rumah tangga, penulis menceritakan mengenai proses menuju pernikahan dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan demi kelanggengan suatu pernikahan. Mungkin hal ini sudah biasa kita dengar tentang nasihat-nasihat pernikahan namun saya pribadi belum pernah membaca cerita yang seperti itu selain di buku ini termasuk doa-doa yang dituliskan oleh penulis tentang harapannya dalam suatu pernikahan. Di dalam buku ini saya bisa melihat dukungan yang kuat yang saling diberikan oleh suami dan istri, mereka saling mendukung untuk menjadi manusia yang berkembang dan berubah lebih baik lagi. Saya bisa melihat ketulusan sayang  dan rasa saling menghargai yang tinggi diantara mereka dalam balutan kata-kata di dalam buku ini. Tidak hanya itu, penulis pun menuliskan persepsinya mengenai full mom vs work mom dengan proposi yang pas dan kata-kata yang tidak menggurui, pembagian tugas antara seorang suami dan istri mengenai pekerjaan rumah tangga serta cerita tentang kehidupan berumah tangga Nabi Muhammad saw. Terdapat dua cerita yang saya suka dalam buku ini yaitu tentang sudut pandang dalam bersosialisasi di dalam media sosial, bahwa di dunia ini pasti ada yang suka dan tidak suka terhadap apa yang kita tuliskan dalam suatu media sosial. Cerita kedua yaitu tentang ibu, “bagaimana jika ibumu bukan ibu terbaik di dunia”, cerita ini sangat menyentuh untuk saya. Mengapa? Tidak mungkin saya tuliskan disini :p.   Dan tidak mungkin semua cerita saya tuliskan di post ini juga. :p. So, tunggu apa lagi, kalian bisa order bukunya *berasa gw yang jualan

Menurut saya, buku ini recomended bagi yang sudah berumah tangga maupun yang akan berumah tangga. Mengapa? Bagi yang belum berumah tangga seperti saya, buku ini dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kehidupan rumah tangga, mengenai kepercayaan, mengenai perbuatan-perbuatan sederhana yang bisa kita lakukan untuk pasangan kita yang bisa membuat keluarga menjadi semakin harmonis, tentang cinta seorang ibu dan saling pengertian antar pasangan.  Sekian review saya tentang buku kece yang satu ini. Ada suatu kalimat yang saya suka dari buku ini yaitu

Kelak jangan bercita-cita membelikan rumah untuk istrimu, bercita-citalah untuk tinga bersam dan hidup berbahagia dengannya, selama-lamanya. Jangan berdoa ingin membelkan kendaraan mewah untuk anak-anakmu, berdoalah agar kalian bisa perhi bersama-sama, bertamasya atau berbelanja dengan bahagia. Jangan bermimpi ingin memberangkatkan kedua orang tuamu naik haji, bekerjalah sungguh-sungguh dan mari berangkat bersama-sama untuk merayakan cinta dengan bersujud di rumah Tuhan sebagau keluarga. Jangan hanya berharap masuk surga nanti bisa berbahagia; masukilah surgamu hari ini dengan bersyukur dan berbahagia

Selamat Pagi

#dramaga #bogor #27June2015

Iklan

3 pemikiran pada “Review Rumah Tangga by Fahd Pahdepie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s