Tulisan: Hubungan dan Persepsi

Kerap kali kita menghadapi situasi dimana kita khilaf
Ya, khilaf karena memandang suatu masalah hanya dari sudut pandang yang kita lihat
Kita kurang melebarkan sayap pengertian kita hingga di pada sudut yang berbeda
Yang akhirnya, berujung pada sudut pandang atau persepsi yang membuatmu tidak tenang
Kali ini situasinya mengenai hubungan habluminannas, hubungan antar manusia
Kita tak pernah bisa pungkiri, hubungan kita dengan manusia lain tidak bisa berjalan dengan mulus atau bahkan abadi selamanya
Pasti, akan selalu ada cobaan yang menguji hubungan tersebut untuk mebuat kita semakin bersyukur dan menjadi pribadi yang lebih baik

Ada dimana situasi ” terjadi masalah antar dua insan manusia, A dan B yang secara tanpa sadar salah satu diantaranya menyebabkan ketidaknyamanan bahkan mungkin rasa benci. Hingga keadaan itu berunjung pada putusnya komunikasi antar dua insan. Namun sayangnya salah satu insan B, berfikir bahwa mereka baik-baik saja. Yah, disinilah kelemahan manusia yang tak pernah luput dari khilaf. Hingga dia terkadang tak tahu, siapa yang telah disakitinya. Hingga insan B ini berfikir mengapa dia begitu jahat memutus semua ini”
Nah, disinilah kerap kali kekuatan perasaan mengalahkan kekuatan logika pikiran kita. Kita manusia kadang lupa, sehingga hanya memikirkan persepsi yang terbentuk karena emosi. Yang membuat pusing sendiri, berfikir yang tidak-tidak, bahkan membuat kita sakit sendiri. Kita sendiri yang membuat keadaan itu. Padahal, apabila kita bisa meredam dan sejenak berfikir dengan tenang maka akan ada suatu pemikiran yang lebih baik, lebih positif dan membuat hati lebih nyaman.

Salah satu teman mengatakan
“Bahwa terkadang ada suatu keadaan ketidaknyamanan bahkan rasa kecewa yang telah didapat membuat dimana insan tersebut harus mundur dari suatu hubungan antar manusia. Namun, bukan berarti dia ingin memutus silaturahim namun ingin menetralisir keadaan hatinya supaya tidak merasa lebih kecewa lagi. Nah, yang tahu kapan rasa itu akan berlalu ya hanyalah Allah dan dirinya sendiri”.

Nah, mungkin melihat ilustrasi diatas, insan B mungkin bisa melihat dengan cara pandang yang berbeda bahwa putusnya hubungan antar manusia bisa jadi bukan karena kita melihat bahwa  insan A jahat, namun kita bisa berfikir bahwa insan B lah yang telah menyakitinya, sehingga insan A butuh waktu untuk melepaskan. Dan insan B hanya bisa terus berdoa untuk bisa dimaafkan.

Namun, kadang kali pun kita dihadapkan pada situasi yang dimana kita yang harus memilih memutuskan hubungan atau tidak. Keadaan dimana apabila kita terus berinteraksi  dengan insan tersebut dalam satu habitat, yang timbul adalah konflik yang mungkin bisa jadi semakin besar. Kita merasa kita harus keluar dari habitat tersebut. Kita merasa adanya kita, konflik yang timbul semakin runyam. Dan akhirnya kita memutuskan untuk pergi dari habitat itu (it means memutus hubungan) atau tidak intens karena bukan karena kita membencinya namun karena dia terlalu mencintainya. Dia tidak ingin membuat hatinya maupun hati insan lain terkungkung dalam suatu keadaan yang mampu menyebabkan perasaan sayang berubah menjadi perasaan lain. Karena dia berfikir adanya jarak waktu dan tempat antara mereka bukan karena dia membencinya atau kecewa karenanya, namun karena dia terlalu menyayanginya dan ingin tetap menjaga perasaan itu tetap ada.
Tapi, tetap pasti ada sudut pandang orang lain yang berkata bahwa ” mengapa kamu tidak memperbaiki kondisi tersebut melainkan pergi dan terkesan kita lari dari suatu masalah”.

Banyak konflik yang timbul dalam suatu hubungan antar manusia.  Yang perlu kita lakukan bila kita ada dalam situasi tersebut, melihat dari sudut pandang lain, menghargai atas keputusan yang diambil oleh suatu pihak,  memilih option yang membuatmu nyaman, dan ikhlas.

BMSOBWhCMAASzlX

Happy Wednesday ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s