Cerpen 1 untitled

“Mba, lagi apa ??
Pop up line muncul dari Bungsu
“Lagi depan leptop,,kenapa Dek”??balasku
“Pengen kesana deh,,kangen” jawabnya
“Kenapa Dek, tumben bilang gitu hahaha,,perasaan baru kemarin ditraktir nonton ma makan” balasku lagi
“Capek dirumah kalau liat mereka berantem, ” jawab si Bungsu

Deg, hatiku terasa jatuh dari ketinggian gedung berlantai 25. Aku tahu apa artinya. Aku ingin membalas sesuatu tapi jari ini tak bergerak sedikitpun ke keyboard handphone.
Tak berapa lama dia pun mengetik lagi
“Mbak, lakuin sesuatu donk??”

Aku masih terpaku membaca layar chat. Dan aku hanya membalas “memang dari pas ada gw dirumah sampe sekarang belum baikan”???

“Belum, gw juga bingung kenapa mereka bisa gitu,,kenapa sie mbak,,cerita kalau tahu penyebabnya”balas si Bungsu

Aku bingung aku harus menjawab apa. Ya, aku tahu kenapa, tapi aku ga ingin Bungu dengan usianya yang masih belia tahu persoalan orang dewasa. Belum waktunya menurutku. Kecuali, aku Sulung yang sedarinya sejak kecil biasa melihat hal itu

“Ga tahu dek, sudah sana tidur jangan lupa baca doa buat orang tua kita” akhir chatku dengan Bungsu

Aku sendiri tak tahu harus bagaimana, sehari dua hari tiga hari bahkan hingga seminggu aku belum juga menghubungi pria yang paling aku sayang, Bapake. Sebutanku untuk dia, walau kita bukan orang Tegal.

Tiba-tiba ada berita bunuh diri seorang mahasiswa di kampusku. Berita sudah tersebar dimanapun baik dari medsos maupun siaran tv lainnya.
Bapake pun whats ap saat aku sedang di kamar,
“Mbak, lagi apa?”
“Lagi depan leptop, kenapa Bapake”??
“Eh,,temen kamu ada yang bunuh diri yak”??
“Ya, terus kenapa pak”?
“Kamu jangan gitu yak,, apalagi kalau cuma karena putus cinta”
“Hahahaha ” jawabku
“Ya, kali cuma gara-gara itu,,aku ngelakuin hal sebodoh itu. Gak akan bapake,, tenang aja. Paling cuma mewek semalem,, tidur. Terus besok pagi juga udah bisa nyanyi-nyanyi, jawabku”.

“Bagus deh, kamu jadi wanita harus kuat, cinta itu bukan hal yang paling penting. Tapi percaya dan kenyamanan. Tapi,, iman dan tanggung jawab itu juga nomor satu” jelas Bapake yang keren ini.

“Ya,, Bapake. Siap. Tapi pak, aku boleh jujur ga,, ada yang bisa buat aku lebih sedih daripada tentang cowok” balasku

“Apa, mbak? ”
“Ketika aku melihat kalian bertengkar cuma karena salah satu dari kalian membelaku. Pak, baikan ya. Demi kita,,anak-anakmu Bapake”, sambil kutulis emot “love” sebanyak mungkin.

Dan percakapan pun berakhir, aku tak tahu apa yang sedang dipikirkannya di ujung belahan bumi selatan. Dan hati ini hanya bisa berucap dzikirnya memohon yang terbaik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s