Review : Film Bulan Terbelah di Langit Amerika

Review : Film Bulan Terbelah di Langit Amerika (Gala Premier)

Yey akhirnya setelah mencoba beberapa peruntungan untuk mendapatkan tiket gratis nonton film Bula Terbelah di Langit Amerika bisa terealisasikan juga.  Dan berakhir, saya mendapat dua kesempatan nonton yaitu pada media screening pada tanggal 15 Desember pukul 14.30  sebagai blogger dan pada pukul 19.15 sebeagi reviewer buku Faith and the City. Alhamdulillah.. Setelah melalui drama panjang *lebayyy dari ga jadi ngelab karena waktu udah mepet dengan selesainya sidang temen saya, hingga salah turun stasiun. Wkwkwk. Dan maps di grab taxi bikin saya bingung beda banget sama google maps yang saya lihat. Kan jadi tambah lieur….

Terus menurut saya bagaimana film ini?P51216-114101

Sebagai seseorang yang sudah membaca semua buku mba Hanum Rais dan sudah pernah nonton juga film 99 Cahaya di Langit Eropa, saya tidak ingin berekpetasi yang berlebihan atau berfikir negatif ‘jangan-jangan tidak sesuai dengan bukunya lagi”.Karena umumnya imajinasi seorang manusia sangatlah tinggi namun untuk merealisasikan tidak semudah dengan yang diimajinasikan. Pertama saya akan review dari segi cerita, apabila sudah membaca buku ini, kalian mungkin akan merasakan sensasi yang berbeda saat membaca buku ini dan melihat filmnya. Secara isi, pesan dari buku ini tersampaikan dengan jelas. Apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam? Terjawab dengan baik, sama halnya dengan buku. Hanya terdapat beberapa scene yang tidak ada di buku tetapi muncul dalam film ini yang akhirnya memiliki pesan tersirat yang cukup baik tentang sebuath pernikahan, komitmen, kepastian dan tanggung jawab. Dan pastinya ada scene yang hilang juga dari buku yang tidak dapat terdeskripsikan di dalam film seperti tidak adanya sosok Mama Julia Collins atau Azima Hussein atau scene yang sedikit mengalami perubahan namun dengan makna yang sama.

Dari segi pemain, kalian akan menemukan beberapa sosok baru yaitu Ibrahim Hussein, Philppus Brown, Michael Jones, Anna Jones, Azima Huseein, Sarah Hussein, Getrude dan Jasmine.  Hanum diberi tugas oleh Getrude, pimpinan redaksi koran dimana Hanum berkerja sebagai jurnalis untuk membahas tragedi WTC 9/11 di Amerika dengan tema artikel “Apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam”? Untuk mendukung tulisannya, Hanum diberikan beberapa narasumber yang merupakan keluarga dari korban WTC yaitu Azima Hussein dan Sarah, anaknya. Sedangkan disaat yang sama, Rangga pun mendapatkan tugas dari Prof.Reinhard untuk mewanwancarai Phillipus Brown.  Hanum dan Rangga pun ke New York untuk melaksanakan tugasnya.  Berbagai konflik pun terjadi, percekcokan antara Rngga dan Hanum, sulitnya mendapatkan informasi mengenai keluarga Azima Huseein, perjuangan Hanum untuk dapat menjawab tema dari artikel yang dibuat dengan jawan “Tidak”, konflik antara Stefan dengan Jasmine. Semuanya terangkum dengan baik. Saya suka konfliknya.  Dan tetap yang paling saya suka adalah scene dimana Stefan dan Rangga kalau sedang ngobrol, pasti ada konyol-konyolnya yang membuat para penonton pun tertawa.

Dari segi effect dan gambar saya suka, yang saya tidak begitu suka hanya effect saat tragedi WTC, kurang keliatan benerannya. Selain itu, saya cukup dibuat tertawa kecil karena adanya beberapa sponsor yang muncul sepanjang film, dari wafer nissin, biskuit kelapa, wardah, slimming tea dan nature-e. Saya mikir, mang ada ya produknya di Amerika heheh. Kalau kosmetik its okay lah. Heheh. Tapi, namanya juga film dan sponsor pasti perjanjiannya sangat terikat. Jadi, ya diterima saja. Heheh.

Nah, kira-kira begitulah review saya dari film ini dan recomended sekali untuk ditonton, supaya tidak ada lagi yang terbelah di muka bumi ini dan kedamaian pun tercipta.

Dramaga Selasa 15 Desember 00.30

Iklan

Satu pemikiran pada “Review : Film Bulan Terbelah di Langit Amerika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s