Review Buku : “Parent’s Stories”

Tidak terasa, bulan Ramadhan segera berakhir dan rasanya saya belum banyak melakukan hal-hal bermanfaat. Mudah2an kira dipertemukan lagi dengan bulan penuh Rahmat ini. Kali ini saya akan mereview buku “Parents’s Stories” karangan Adhitya Mulya. Yup, Adhitya Mulya merupakan penulis buku best seller Sabtu Bersama Bapak dan Jomblo. Karena sudah tahu isinya “Sabtu Bersama Bapak” dan saya pernah review disini. Pas saya tahu, Adhitya Mulya nulis buku tentang parenting. Saya ga mikir dua kali buat beli bukunya, apalagi saya memang tertarik tentang hal-hal yang berbau keluarga, parenting dan psikolog.  Karena buku “Sabtu Bersama Bapak” aj udh keren dan ngena banget masalah keluarganya yang dibalut dalam sebuat novel. Jadi, saya makin penasaran dengan buku yang satu ini. Saya termasuk terlambat tahu info buku yang ini. Tapi untungnya saya membei buku ini untuk dibaca di sela-sela penyelesaian draft tesis saya.

P60701-000500

Buku “Parent’s Stories” ini hanya berhalaman 164, tidak tebal, pas dibaca saat santai. Tapi menurut saya efeknya luar biasa. Lebayyyyy hehehe. Tapi saya pribadi, setelah membaca buku ini langsung mikir keras dan mengangguk angguk kepala “bener juga ya”. Buku “Parent’s Stories” berisikan hal-hal dasar apa yang sebaiknya dimiliki oleh seorang anak dan bagaimana kita dapat menimbulkan nilai-nilai penting tersebut untuk anak supaya nantinya anak dapat menghadapi kehidupan ke depannya dengan cara yang baik. Penulis menceritakan nilai-nilai tersebut dengan cara yang baik, dengan didasari juga pada nilai-nilai agama. Selain itu, penulis juga menceritakan mengenai paradigma yang salah mengenai cara pola asuh, perbedaan jaman serta apa yang dapat kita lakukan untuk menciptakan anak yang berdaya yang mampu mengatasi rintangan mereka secara mandiri.

Penulis menceritakan pola pengasuhan anak dimulai dari hal yang paling dasar yaitu values  yang akan menjadi pedoman hidup bagi si anak kelak yang umumnya values = nilai hidup tedapat atau diajarkan oleh semua agama.  Sehingga apabila seorang anak yang nantinya menjadi seorang pejabat yang melakukan korupsi, yang salah bukan agama yang dianut namun values yang terdapat dalam agamanya tidak tertanam sejak kecil dengan baik. Setelah bab values= nilai hidup, sharing cerita dilanjut pada hal apa lagi yang sebaiknya dimiliki oleh seorang anak. Yaitu nilai harga diri. Bagaimana anak mendapatkan harga dirinya dan mengajarkan bahwa harga diri seseorang tidak dilihat dari barang apa yang melekat pada dirinya. Hal itu sering kali terjadi di zaman ini dimana ada saja kejadian di mana seorang anak harus menggunakan motor  atau gadget dengan merek tertentu baru dia akan pergi sekolah. Karena anak merasa dia akan diterima di lingkungan tersebut bila memiliki kendaraan tersebut atau gadget dengan merek tertentu. Tidak hanya nilai values dan harga diri yang penting, namun life skill untuk anak pun perlu diterapkan sejak dini yang dimulai dari hal yang palng sederhana seperti makan sendiri, mencuci tangan, serta mengarahkan mereka supaya nantinya dapat secara mandiri menghadapi tantangan yang lebih berat dan hingga batas apakah kita sebagai orang tua membantu mereka dalam menyelesaikan masalah.

Hal-hal penting lainnya yang dituliskan dalam buku ini adalah mengenai cara pola asuh yang kerap sekali berbeda anatara anak sulung dengan anak lainnya, mengenai sistem reward untuk anak,  kelebihan dan kekurangan dari sistem pujian terhadap anak, perbedaan pola asuh di beberapa negara, ekspetasi orang tua terhadap anak,  perbedaan pola asuh sesuai zamannya serta memperlihatkan perspektif orang tua maupun anak dalam dalam proses pengajaran. Pokoknya seru deh, karena tidak mungkin semua saya ceritakan disini :p

Menurut saya buku ini recomended bagi para orang tua muda yang sedang mencari-cari tahu pola pengasuhan apa yang nantinya terbaik untuk anak kita maupun untuk para calon orang tua. Penulis pun banyak menggunakan buku referensi dari berbagai sumber, istilahnya ya valid lah yah dan plus disesuaikan dengan keadaan di sekitar masyarakat kita tentunya. Kalau saya pribadi, setelah baca buku ini ya tadi langsung mikir ngedidik anak susah ya hehe terus langsung keinget orang tua saya, terus langsung kangen haha, dan pastinya merasa bersyukur dengan cara pola didik yang telah diajarkan oleh kedua orang tua saya. Apakah ada yang salah, yah pastinya orang tua pernah berbuat salah toh namanya juga manusia, tapi ya itu tadi seiring berjalannya waktu pasti mereka belajar lagi untuk menjadi orang tua yang lebih baik.

Dan kita sebagai calon orang tua ataupun yang sudah menjadi orang tua, mumpung belum terlambat ada baiknya terus belajar darimana pun itu, mau dari buku, mau sharing dengan mama, atau mau sharing sama mertua ataupun komunitas. Nanti tinggal disesuaikan saja mana yang terbaik dan sesuai dengan tujuan dari keluarga yang kita jalani.

Semoga bermanfaat reviewnya ^_^

Iklan