Kulineran Yogya

Hello world……sudah berdebu banget kayaknya laman ini… almost 3 months i didnt write anything…..alasannya “ga jelas”. Padahal mah kerjaan sebelum Maret ini, dibilang bertumpuk juga engga. :P. Hahaha. Terakhir kali saya nulis yaitu tentang review hotel yang saya tempati pas solo travelling Desember kemarin. Niatnya sie, langsung mw lanjut ngebahas solo travelling gw yg rada odong-odong tapi nagih. Dari ngerasain bego harus nyasar-nyasar nyari toko bakpia doang padahal mah udah liat google maps, sampe jalan sendirian di tengah keramaian sekaten. Sendirian sepi c, cuma nagih aja kayak bisa lebih menikmati sekitar kita, bisa liat apa yang sekitar lakukan dan lebih bersyukur sama keadaan kita saat ini.  

Kali ini saya bakal ngebahas tentang kuliner-kuliner yang sempat saya coba di Yogya, dan yg saya coba selain resto ya tempat fast food kalau udah laper dan bingung mw makan apa yaitu KFC dan McD. Malu ya, jauh-jauh ke Yogya makannya fasfood lagi, fastfood lagi. Mohon tidak dicontoh ya yg satu ini. Hahaahha. Sebenarnya ada 4 resto dan 1 warung yang saya coba , cuma yg satu saya lupa namanya :p dan itu gabung sama hotel kedua yg saya tempati di malam kedua saya di Yogya dan ga begitu ngeh sama namanya deh. “Alasan” wkwkw. Langsung kita review aja ya restonya.

  1. Bubur Jawa

Kenapa akhirnya saya milih bubur Jawa. Alasannya tidak lain adalah karena saya laper banget dan resto di tempat saya menginap belum buka. Karena kebetulan, kereta saya tiba pagi di Yogya yaitu sekitar pukul 7 pagi. Saya mencoba bubur Jawa di depan gang Jl Prawirotaman, seberang dari pasar Prawirotaman. Warungnya berupa gerobak gitu, terus karena saya tidak tahu juga bubur Jawa iu seperti apa dan saya lagi ga mw makan yang manis-manis alhasil dengan kesotoyan saya, saya mesan 1 porsi bubur Jawa dan teh anget manis. Pas disajikan, ternyata eh ternyata buburnya itu dikasi kerupuk krecek sama ayam kampung terus kuahnya itu manis-manis gt sama ada gudengnya sedikit. Niat mw makan ga manis-manis eh malah dapat manis. Hahaha. Karena saya udah laper banget, akhirnya ya saya makan dan saya suka sama ayam kampungnya. Memang daging ayam kampung itu beda rasanya, lebih nikmat aj, udah gitu saya dapat potongan yang lumayan besar. Jadi lumayanlah bisa mengganjal naga-naga di dalam perut ini dengan harga yang lumayan mahal menurut saya. LIMA BELAS RIBU RUPIAH. Kenapa saya bilang cukup mahal, karena kalau di dramaga itu sudah dapat ikan mas goreng, sayur, perkedel plus gorengan. Hahahah. Dan mungkin penjualnya tahu kali yak, saya pendatang jadi harganya dimahalin mungkin :p

p61205-091404

Bubur Jawa yg Manis :p

  1. Resto Lawas

Setelah bisa masuk kamar hotel pukul 13.00 saya saya memutuskan untuk makan siang di resto yang gabung dengan Adhistana Hotel (Hotel tempat menginap saya di hari pertama) Review Adhistana Hotel bisa dibaca disini. Seperti biasa, saya kalau ke resto manapun dan dimanapun saya selalu mencari menu Fish and chips. Entah kenapa, tapi memang basicly saya suka bgt sama yg namanya ikan.  Saya memesan  Fish and chips serta squash strawberry. Harganya di bawah  salah satu resto di Bogor kesukaan saya, namun memang sebanding dengan ukurannya. Enak dan penyajiannya pun simpel. Untuk masalah harga di resto ini menurut saya cukup terjangkau. Per orang perkiraan 40-60 rbu.

p61205-151440

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Keesokan paginya, saya juga sarapan di resto ini karena merupakan satu kesatuan dengan Adhistana Hotel. Menurut saya untuk hotel bintang 2, menu sarapannya cukup lengkap. Bubur, nasi goreng, roti panggang, susu, jus, semua ada. Variasi lauknya pun cukup beragama. Saya sarapan cukup banyak :p , darii roti panggang, nasi goreng plus sosis plus omelete, plus susu dan juice. Rugi kayaknya tuh hotel kasih makan saya. Hahaha

p61206-091121

Menu sarapan , yg lainnya ga difoto soalnya keasikan makan :p

Desain interior dari resto ini pun terbilang unik dengan mengusung nama “Resto Lawas” interior yang disajikan pun seperti terlihat jadul vintage tapi tetap menarik dan unik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

  1. Tempo Gelato

Resto yang selanjutnya saya singgahi adalah Tempo Gelato. Di Yogyakarta sendiri, banyak sekali yang menjual es krim Gelato ni. Selama 3 hari saya keliling Yogyakrta, saya melihat ada 4 resto es krim gelato dan semuanya ramai. Saya sendiri, belum sempat mencoba semuanya. Hanya yang saya tahu dari searching- searchinng review kulineran di Yogya Tempo Gelato yang saya coba ini yang cukup terkenal di Yogya. Tempo Gelato sendiri berada di Jalan Prawirotaman. Dari penginapan saya, Adhistana Hotel hanya beda gang dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki. Saat itu, saya memesan es krim dengan 3 rasa yaitu oreo,  chocochip dan vanilla. 3 rasa tersebut dijual dengan harga sekitar 40 rbuan. Dan harganya pun sebanding dengan rasanya, saya suka bgt sama es krimnya, wafernya juga enak. Malah niatnya waktu itu saya pengen beli lebih wafernya aj :p tapi kayanya ga dibolehin deh.  Pengunjungnya cukup rame, jadi siap2 saja harus waiting list. Saat itu saya  padahal pergi di hari kerja namun ternyata penuh juga tempatnya.

p61205-155950

  1. Tickles Resto

Resto keempat yang saya coba adalah Tickles Resto.Kali ini saya ditemenin sama temen kuliah saya, yang sekarang tinggal di Yogya, Ismi.  Resto ini terletak di sebelah persis hotel kedua yang saya inapi di hari kedua. Resto ini terletak di daerah Depok. Daerah yang cukup jauh dari pusat kota, Malioboro. Sekitar 15-25 menit by Gojek untuk menuju kesini daari Malioboro. Pertama kali saya masuk resto ini, saya langsung suka. Desain interior restonya ga kalah sama resto-resto yang ada di Jakarta ataupun Bogor. Disini terdapat beberapa ruang seperti smoking area dengan interior yang berbeda, kemudian ada ruang yang seperti kafe dengan interior yang berbeda juga terdapat ruang yang berinterior vintage.  Intinya ci menggambarkan suasana London. Sedangkan dari segi makanan, dari tipe eastern hingga weastern ada. Dan yang pasti, harganya cukup terjangkau. Rasanya juga ga kalah, enak dan mengenyangkan buat orang tipe kayak saya yg laperan mulu. Dan seperti biasa, saya memesan fish and chips. Fish and chipsnya berbeda dari yang biasa saya pesan di resto-resto lainnya, fishnya kecil-kecil gt, kering tapi volumenya lumayan dengan harga yang sangat murah menurut saya.

Beberapa dokumentasi suasan Tickles Resto

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

So, tempat ini menurut saya recomended kalau buat kumpul bareng temen untuk perayaan ultah atau bridal shower gt atau arisan. Beberapa menu yang tersedia di resto ini

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kira-kira sekian review saya dari hasil kulineran saya selama 3 hari solo travelling di Yogya. Sebenanrnya belum puas bgt icip-icipnya. Dan niat saya kalau liburan kesini lagi, saya harus icip-icip kulineran lagi dari yang paling tradisional sampai yang pling western. Mudah2an infonya bisa membantu teman2 yang pengen traveling ke Yogya. Dan mudah2an trip saya yg selanjutnya, bisa langsung ditulis tanpa alasan ga jelas. Hehehe.. Selamat membaca ^_^

Iklan