Day 2 at KL

Lanjut ke hari ke 2 saya di KL. Pukul 05.00 saya sudah bangun, padahal waktu subuh disini pukul 06.00. Setelah mengerjakan beberapa tugas kantor dan design, saya cepat-cepat keluar kamar untuk sarapan. Pukul 08.00 saya sudah keluar hotel menuju LRT Hang Tuah menuju stasiun Bandar Tasik Selatan. Mengandalkan google maps saya menuju LRT Hang Tuah dengan waktu perjalanan hampir 15 menit. Alhamdulillahnya LRT Hang Tuah dari Hotel Sempurna hanya tinggal jalan lurus saja, ikuti saja jalan ke arah mall Berjaya Times Square. Sebelum masuk LRT, kalian akan melihat Sevel. Di tengah perjalanan menuju stasiun saya sempat bertanya tentang letak LRT Hang Tuah kepada satpam kantor sekitar situ, tapi ternyata dia tidak tahu karena pegawai baru. Padahal dari kantor yang saya tanya ternyata ke arah LRT tinggal bentar lagi, untung saya pede aja terus jalan ke depan hahahah. Setelah sampai stasiun saya langsung menuju peron untuk ke BTS (Bandar Tasik Selatan). Enaknya sudah punya kartu Touch n Go, saya jadi tinggal ngetap aj di mesin tanpa perlu mengantri membeli tiket. Karena saya travelling saat hari kerja dan berangkat saat bukan jam sibuk, otomatis langsung dapat tempat duduk. Setelah 20 menit perjalanan, saya sampai di stasiun BTS. Dari stasiun BTS saya menuju terminal Bersepadu Selatan untuk menuju ke Malaka. Yang saya suka dari sistem transportasi disiniadalah kemudahan jalan saat menuju antar stasiun terminal dengan mudah. Mostly mereka sudah menggunakan jembatan penghubung, jadi kita tinggal mengikuti petunjuk jalan.

P70314-085919

Terminal Bersepadu Selatan ini seperti Terminal Rambutan kalau di Jakarta, tapi lebih besar yang disini cie soalnya melayani antar negara juga seperti ke Singapura dan Thailand. Saya jadi pengen nyobain heheh. Setelah membeli tiket Bus Delima sebesar 10 RM saya menunggu di Platform 10 yang telah ditentukan. Waktu menunggu pun hampir 30 menit. Disini juga no kursi bisa memilih dan kita pun harus duduk sesuai dengan no kursi yang sesuai. Berbeda dengan Sky Bus kemarin, boleh asal aja duduknya dimana hehe. Perjalanan TBS-Malaka hampir 2 jam sampai kelamaan tidur saya :p. Sesampainya saya di Malaka Sentral, saya harus menunggu bis jurusan Bangunan Merah yang terkenal itu kurang lebih selama 45 menit di gate no 17. Setiap gate sudah tertulis jurusan mana saja yang tersedia. Dan saat bis Panorama no.17 datang, langsung penuh dah tu bus. Karena banyak turis juga yang ingin berkunjung ke Malaka. Harga tiket dari bus Panorama ini hanya 1.5 RM. Murah bukan. Tapi saya sempat melihat salah satu bule yang turun juga di destinasi yang sama dengan saya dia ditagih oleh kondektur sebesar 2 RM karena bule tersebut tidak menyebutkan tempat yang dituju. Sama aja ya kayak di Jakarta :p.  Pukul 12.00 akhirnya saya sampai di Bangunan Merah atau dikenal dengan daerah Stadthyus. Saya kemudian  langsung berkeliling ke daerah Malaka. Daerah Malaka ini merupakan salah satu warisan dunia menurut UNESCO. Mostly, bangunan disini dijadikan museum.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tidak semua saya kelilingi daerah ini karena saya pun harus mengejar Bis Panorama lagi. Karena hari ini saya juga kan ke Masjid Jamek, Petalling Street dan Central Market. Setelah hampir 3 jam berkelilng dan sempat salat dzuhur di masjid. Saya kemudian memutuskan untuk kembali ke KL. Karena kelamaan nunggu bus panorama yang tak kunjung, saya akhinya memutuskan untuk memesan grab dengan harga 8 RM untuk menuju ke Malaka Sentral. Dan sedihnya, saat grab saya datang bus panorama pun datang. Hwaaa rasanya campur aduk apalagi harga grab 5 kali lebih mahal dari harga tiket bus panorama. Tapi karena sudah terlanjur mesan dan datang, ya sudahlah yak dijalanin :P. Sampai Malaka Sentral pukul  15.30 saya langsung menuju counter tiket untuk membeli tiket Bus Delima kembali ke KL. Pukul 16.00 tepat bis pun datang dan selama perjalanan pun saya tidur kembali 😛

Saya sampai TBS pada pukul 18.00 agak sedikit kena macet karena jam pulang kantor. Selain itu, saat itu KL hujan besar plus angin. Mana jaket saya tinggal di hotel pula. Berakhirlah saya dengan kedinginan parah. Untung ga sampai kena flu. Alhamdulillah setelah saya salat Ashar, hujan mereda.Kemudian saya kembali ke stasiun Bandar Tasik Selatan menuju Masjid Jamek. Yang saya suka dari orang di sini adalah, mereka bukan orang-orang yang langsung nyerbu kalau liat ada bangku kosong. Beda banget sama Jakarta. Mereka walaupun jauh perjalanannya, kalau memang masih sanggup berdiri akan lebih memilih untuk berdiri. Pukul 19.30 an saya sampai Masjid Jamek pas banget waktu berkumandang adza. Terus seneng gitu saya, bisa punya kesempatan salat Magrib berjamaah di Masjid Jamek. Norak banget yakk ahahha. Dan if you know, saya sampai nangis gitu setelah salat. Kayak seneng aja bisa salat di rumah Tuhan di tempat lain yang jauh dari rumah saya. Hehhe takjub gitu ahahahah *lebay.

P70314-192623

Masjid Jamek

Setelah salat Magrib, saya melanjutkan perjalanan saya ke Petalling Street by Google Maps. Kalau saya suruh balik lagi kayaknya udah ga inget jalan kesana gimana. Hhahahaha soalnya pas malam hari jadi saya ga ngeh banget sama patokan2 nya hahaha. Setelah muter2 Petaling Street tanpa membeli apa2 haahha. Jadi, Petaling Street itu seperti Blok M gitu, rama banget. Semuanya ada disana, dan karena saya suka pusing kalau terlalu crowded saya akhirnya memutuskan untuk langsung ke Central Market. Jarak Petalling Street ke Central Market lebih mudah. Dari  Petaling Street tinggal belok kiri terus jalan lurus ke depan. Keetulan saya bareng ibu-ibu yang akan ke Central Market juga.

Sesampainya di Central Market, saya langsung berburu coklat hehe. Katanya coklat Malay itu enak, jadi saya pengen coba. Central Market itu isinya mostly kayak handicraft2 gtu, lebih rapi dibandingkan Petalling Street namun harganya sedikit lebih mahal. Setelah puas, saya langsung makan malam di dekat Central Market. Lupa nama restorannya :p intinya mah restoran arab-indiagitu. Saya mesan nasi goreng ayam dan black tea. Harganya 11.5 RM dan porsinya gedeee banget. Setelah kenyang saya harus mengejar kereta, karena sudah pukul 21. Dan kalau ga salah, jadwal kereta hanya hingga pukul 22. Saya langsung menuju LRT Pasar seni untuk menuju Stasiun Dang Wangi. Dari Dang Wangi saya harus berjalan cukup jauh ke stasiun Bukit Nanas untuk menuju ke Stasiun Air Asia Bukit Bintang. Saat perjalanan saya sudah ga kebayang deh kalau saya harus ketinggalan kereta dan harus mesan grab lagi. Bukan karena harganya, tapi lebih karena takut aj hehe apalgi suasananya malam. Keadaan stasiun pun sudah sangat sepi pada jam tersebut. And finally, sampai juga di hotel dengan selamat. Walau drama hari ini adalah takut ketinggalan kereta wkwkwk.

Pengeluaran hari kedua (diluar oleh-oleh):

  1. Minum = 1.6 x 2 = 3.2 RM
  2. Tiket Bus Delima (TBS-Malaka Sentral) = 10 RM
  3. Tiket Bus Panorama = 1.5 RM
  4. Grab (Stadthyus-Malaka Sentral ) = 8 RM
  5. Tiket Bus Delima (Malaka Sentral-TBS) = 10 RM
  6. Roti = 2.7 RM + 0.85 RM = 3.55 RM
  7. Makan malam = 11.5 RM

Total = 47.75 RM = Rp 150.412, 5

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s