Don’t Expect Too Much

Kayaknya ga cuma gw yang suka berharap berlebihan terus berakhir dengan baper atau memang di luar sana ga ada yang pernah berharap. I dont know..Hahahah. Makanya disini gw tulis dont expect too much. Sudah banyak buku mungkin atau nasihat kalau jangan pernah berharap lebih especially sama manusia, even siapapun itu. Karena kadang orang yang paling dekat sma lw pun, adalah orang yang punya probabilitas bisa buat lw kecewa lebih besar. Gw nulis kayak gini apakah gw sedang kecewa, untuk saat ini engga. Just want to write it about this. Karena efek dari kecewa itu gede banget, terutama adalah orang kerap kali akhirnya berfikir kalau dia ga bahagia karena kecewa harapannya ga kejadian.

Apakah salah kita memiliki harapan? Sama sekali ga salah sama sekali, bahkan setiap orang wajib punya harapan. Apa jadiinya, kalau manusia ga punya harapan. Itu sama aj, kayak orang mati menurut gw. Supaya ga gampang kecewa, harapan itu kadarnya yang perlu ditakar. Kenapa? Karena pada saat kejadiannya ga sesuai dengan harapan, ya ga jatuh banget rasanya, lebih bisa legowo dan dalam keadaan tenang bisa muhasabah diri. Dan siapa yang bisa ngukur kadarnya, ya kita sendiri. Kita pun juga bisa masang berapa kadarnya sesuai dengan probabilitas kejadian misalnya harapan naik jabatan, harapan menang lomba, harapan juara dalam lomba. Kita pasti tahu kan kemampuan kita. Tapi bukan berarti dengan lw menganggap diri lw mampu dan pasti menang, lw boleh ekspetasi kemenangan lw sebesar 100%. Karena ada satu campur tangan Tuhan yang ga pernah bisa kita prediksi, even lw merasa lw udah jatuh bangun usaha siang malem. Karena bisa jadi menurut Tuhan itu belum cukup atau ada usaha lw yang belum menyertakan nama-Nya dan ridho orang tua lw dalam setiap usaha yang  lw lakuin. Itu analoginya kalau harapan lw adalah sebuah pekerjaan atau prestasi lainnya.

Nah terus, kalau berharapnya sama manusia gimana. Ini kadang yang suka bikin ngeri. Why i say that? Sometimes, ketika lw kecewa ma seseorang dan itu rasanya kayak sakit banget apalagi berhubungan dengan janji or perasaan, orang tersebut bisa jadi membenci lw, itu tahap parahnya. Tahap middlenya yak ga mw berurusan lagi sama orang itu atau istilahnya agak jaga jarak. Tahap yang paling kecil, adalah memaafkan, dan dont expect too much to him/her.  Apakah gampang untuk bisa ke tahap yang kecil itu tadi, ga semua orang bisa. Balik lagi bagaimana dulunya mereka berharap dan psikolog orang tersebut. Apalagi yang nyakitin orang yang dia kagumi atau sayang banget, siapapun itu entah keluarga kita atau sahabat, pacar,,atau kakak kelas, adik kelas yang udah deket banget sama kita.

Terus gimana donk biar ga gampang kecewa? Gw pribadi sendiri pernah pasti ngerasain kecewa itu yang efeknya bahkan sampai yang paling tinggi. But, ga menutup kemungkinan rasa kecewa kita bisa berkurang seiring dengan kedewasaan dan pelajaran hidup yang kita pernah peroleh. Why  i say that, because it happened to me. Balik lagi ke solusinya, gimana caranya biar ga gampang kecewa :

  1. Ketika lw mengagumi seseorang, atau sahabatan kek, kaka adek kek, suka sama orang kek atau itu kakak adik lw sendiri adalah tanamakan ke hati lw kalau suatu saat mereka bisa buat lw kecewa. Dan gw selalu bilang itu ke orang yang deket ma gw jangan pernah berharap lebih ma gw. Karena pada saat gw mungkin ga sengaja ngecewain mereka, gw ga mw silaturahim ini putus.
  2. Kedua tanamkan ke otak dan hati lw, kalau mereka adalah manusia yang bisa berbuat salah mw besar kek, mw kecil kek salahnya, pasti bisa terjadi sama lw. Karena mereka ga sempurna dan mereka bisa khilaf. Bisa jadi mereka memang ga sengaja melakukan sesuatu yang buat lw kecewa dan pas banget emosional lw ga stabil. Dan makin jadilah besar kekecewaan itu.
  3. Ketiga, selalu ikhlas dalam berbuat. Contoh kecil, misal lw kasih kado ulang tahun ke seseorang. Maybe, lw punya sedikit harapan dia akan melakukan itu juga terhadap lw. Nah dari pada kecewa, mending tanamkan di hati lw dan berlatihlah untuk selalu ikhlas dalam memeberi apapun apakah itu rasa perhatian, kasih barang dan lain sebagainya. Karena rasanya akan lebih legowo dan ga mikir too much apabila, memang seseorang tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang kita lakuin ke dia.
  4. Berupaya untuk berfikir dengan berbagai sudut pandang. Dengan berfikir seperti ini, setiap kita ngerasa kecewa terhadap sesuatu atau seseorang ga akan sampai berlebihan. Karena kita berusaha untuk mengerti berbagai kondisi, bsa aja dia ga sengaja, bisa aja dia lupa, bisa aj dy lagi sibuk, bisa aja dia doain gw cuma dalam diam. Berfikir positive aja, biar ga stress sendiri.
  5. Kelima, yakin kalau Tuhan itu Ga pernah Buta atau Tuli serta kehidupan adalah hubungan sebab akibat. Yakin segala usaha yang kita lakukan, kebaikan yang kita lakukan pasti akan ada hasilnya tapi mungkin tidak sekarang dan tidak melalui orang yang kita harapkan. Karena bisa jadi, balasannya terbayarakan dengan waktu yang tidak kita duga dengan cara yang tak terduga. Karena Allah tahu yang terbaik untuk kita, walau mungkin kita manusia mengaggap itu tidak baik (Al Baqarah: 216). Dan kesalahan yang kita lakukan pun terhadap orang lain bisa jadi terbalaskan oleh orang lain, pada waktu ang tidak diduga. Dan pada saat itu, kita sebaiknya tidak terlalu kecewa dengan orang itu. Karena bisa jadi itu adalah cara Allah mereminder kita dan menyuruh kita untuk mengevaluasi diri.
  6. Mengapa Tuhan melalakukan itu? Karena Tuhan ingin kita belajar bersabar, ikhlas dalam berbuat baik dan selalu bersyukur mengingat segala rezeki yang ia berikan kepada hambaNya. Jadi kunci ke 6 supaya ga gampang kecewa ya bersyukur even dalam sehari cuma satu kebahagiaan yang lw rasain. Tapi, masa sie cuma satu ;p,  kalau kita sadar pasti bisa lebih dari 3. Karena itu tadi, satu timbulnya kekecewaan kerap kali menutupi semua rezeki yang telah Allah berikan pada saat itu. Sehingga yang timbul rasa merana, sedih kecewa, merasa merana dan ga bahagia.
  7. Dan satu lagi reminder, bahagia engganya lw, lw yang nentuin. Lw yang bisa nentuin keadaan hati lw. Even lw lagi kecewa berat, tapi kalau lw bisa muhasabah diri, bersyukur sama apa yang lw punya, gw rasa lw udah bisa mutusin ke dalam diri lw sendiri kalau lw dalam keadaan happy. But bukan berarti gw, nyuruh lw pura2 kuat, karena tiap orang pun punya ketahanan berbeda. Engga, kalau memang kecewa banget, pengen nangis sok aj, tapi jangan terlalu lama. Hidup lw harus jalan, lw harus move on dari hati yang kecewa ke hati yang tersenyum dan ikhlas.

Kurang lebih itu lah hasil pemikiran gw selama ini berdasar pengalaman dan baca buku pastinya,,tapi lupa dikasih sitasinya. Jujur gw lupa baca dimana hahaha. Dan seperti judul gw jg, dont expect too much kalau semua orang bakal suka tulisan ini, pasti banyak pendapat diluar sana juga yang lebih baik dari ini. Bisa jadi ini hanyalah tulisan biasa yang bermanfaatnya mungkin hanya sekian persen. But, i just want to sharing dan menurut gw menulis adalah salah satu reminder for  untuk evaluasi diri serta managemen emosi. Silahkan aja dicoba ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s