Review Buku : “Parent’s Stories”

Tidak terasa, bulan Ramadhan segera berakhir dan rasanya saya belum banyak melakukan hal-hal bermanfaat. Mudah2an kira dipertemukan lagi dengan bulan penuh Rahmat ini. Kali ini saya akan mereview buku “Parents’s Stories” karangan Adhitya Mulya. Yup, Adhitya Mulya merupakan penulis buku best seller Sabtu Bersama Bapak dan Jomblo. Karena sudah tahu isinya “Sabtu Bersama Bapak” dan saya pernah review disini. Pas saya tahu, Adhitya Mulya nulis buku tentang parenting. Saya ga mikir dua kali buat beli bukunya, apalagi saya memang tertarik tentang hal-hal yang berbau keluarga, parenting dan psikolog.  Karena buku “Sabtu Bersama Bapak” aj udh keren dan ngena banget masalah keluarganya yang dibalut dalam sebuat novel. Jadi, saya makin penasaran dengan buku yang satu ini. Saya termasuk terlambat tahu info buku yang ini. Tapi untungnya saya membei buku ini untuk dibaca di sela-sela penyelesaian draft tesis saya.

P60701-000500

Baca lebih lanjut

Review : Buku “Perjalanan, Cinta, & Makna Perempuan”

Setelah 16 hari berpuasa dan postingan terakhir kali saya, akhirnya saya bisa kembali menulis di laman ini. Minggu kemarin kebetulan saya dikejar dateline perbaikan sidkom kedua saya dan Monev DIKTI PKM. Dan finally, semua telah berakhir khususnya pekerjaan kantor saya. Saat ini saya sedang dikejar draft jurnal dan draft seminar supaya dapat seminar sehabis Lebaran ini. Tadi siang saya diinfokan bahwa buku pesanan saya sudah datang. Langsung seneng deh, secara saya memesan 4 buku walaupun baru satu yang datang. Tapi sudah membuat mood saya berubah J soalnya sudah cukup lama saya tidak membaca bacaan di luar aktiomiset :p

Saya tertarik buat pre order buku karyanya Nazura karena memang pembaca blog setia beliau. Entah dimulai darimana saya memfollow blog dia, tapi saya langsung suka sama tulisan-tulisannya, ga terkesan curhat banget tapi lebih ke sharing tetang pemikiran-pemikiran dia yang “saya banget” plus fashion dia yang vintage. Pas tahu dia bakal ngeluarin buku,langsung lah saya order

P60621-150732-01[1]

Baca lebih lanjut

Ramadhan #1 : Review Wardah Make Up Remover

IMG_9979

Wardah Make Up Remover

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa saya ucapkan. Sebenarnya ingin menulis pas hari pertama Ramadhan namun karena banyak hal jadi belum jadi post :p.  Kembali lagi menulis laman ini, bukan review buku namun saat ini. Kali ini saya akan mereview product make up yaitu Wardah Make Up Remover. Saya termasuk orang yang jarang menggunakan make up remover. Biasanya setelah menggunakan make up saya hanya akan mencuci muka dengan facial wash. Saya mereview produk ini setelah benar-benar habis biar kerasa bagaimana efeknya.

Produk Wardah Make  Up Remover ini mematok harga yang cukup terjangkau dengan volume yang cukup banyak yaitu Rp 30,000 dengan 100 volume. Produk ini saya baru habis setelah 3 bulan pemakaian. Cukup awet kan. Karena saya menggunakan setiap malam saja atau setelah menggunakan make up yang cukup berat.

Terus efeknya…..

Yang saya rasakan setelah penggunaan produk ini yaitu cukup membantu membersihkan sisa-sisa make up yang saya pakai sehari-hari yaitu pelembab, bedak, lipstik dan eyeliner dengan satu lembar kapas saja.  Namun, apabila saya sednag menggunakan make up yang cukup berat seperti habis kondangan saya memeperluka beberapa lembar kapas, tapi ga sampai 5 lembar kapas kok ;p

Setelah penggunaan make up remover, wajah terasa sedikit berminyak mungkin karena kandungan jojoba oil yang ada di produk ini. Karena jenis wajah saya kering, sedikit kena produk yang ada minyaknya langsung kerasa. Pernah suatu ketika saya tidak mencuci wajah lagi dengan facial wash, besoknya muncul jerawat kecil. Semenjak itu saya, selalu mencuci kembali wajah saya dengan facial wash supaya wajah tidak berasa berminyak.

Apakah saya akan repuchase lagi?mungkin belum untuk saat ini, karena saya sedang tidak banyak kondangan heheh…Karena menurut saya make up remover penting sekali saat digunakan saat habis kondangan, biar langsung bersih :p

Sekian review singkat saya mengenai produk ini, semoga bermanfaat

A long Time

Yaaaaaaa,its been a long time im didnt writing ini my blog, almost 3 months. Banyak hal yang saya alami selama 3 bulan belakang ini. Terakhir post saya membaca buku karya Dewi Lestari, terakhir juga saya membaca buku diluar bidang studi saya. Dan terakhir post blog saya juga sempat menimbulkan masalah cukup serius with someone. Heheheh :p . So, saya istirahat sebentar dari dunia penulisan ini. Tapi tiap hari saya selalu check blog dan yang saya paling suka adalah blog walking. Makin terinspirasi sama banyak hal dan ingin mencoba banyak hal setelah urusan studi saya selesai. Saat ini, saya masih dalam proses penyelesaian studi menuju fase seminar dan sidang, masing revisi-revisi data penenltian dan pembahasan plus tugas kantor yang seperti tak pernah berkurang …. :p

Tapi,,saya pun ternyata ga sanggup untuk vakum terlalu lama dari dunia in. Banyak hal yang pengin saya share, dan menulis beberapa review kembali. Kali ini saya senang tertarik mereview product skin care dan make up. Beberapa draft telah muncul namun masih perlu diperbaiki. Beberapa buku baru pun saya sudah pre oreder :p sambil mengisi waktu menuju buka puasa sebentar lagi, selain jurnal-jurnal actinomycetes and hypertension. Buku-buku yang siap dilahap dari buku kak Nazura, bang Fahd Pahdepie, buku bang Adhitya Mulya.. Aaaaaa ga sabar rasanya

Review :Inteligensi Embun Pagi

IMG_20160228_100808

Setelah minggu ini mengalami banyak kejadian dan pekerjaan kantor mulai datang bertubi-tubi *lebay hingga menyebabkan sakit gigi *apa hubungannya coba. Kali ini saya bakal mereview buku hasil perburuan pre-order. Kenapa dibilang perburuan karena demi buku ini saya rela bangun tengah malam cuma buat pre-order. Ke salah satu buku online shock, udah habis aj. Terus cek-cek deh ke buku online lainnya dan untungnya masih tersedia. Ga nyangka sampa segitunya perburuan buku pre order Dewi Lestari ini. Memang buku-buku sebelumnya saya ga pernah pre-order baru kali ini karena penasaran banget sama hasil akhir dari SUPERNOVA ini, apa yang bakal terjadi dan bagaimana nasib mereka semua. Dan akhirnya buku IEP mendarat mulus di kantor saya 26 Februari kemarin, dan langsung lahap besoknya karena Jumat saya benar-benar lelah bekerja :p

Baca lebih lanjut

Review Buku “Bukan Ibu Biasa”

P60222-083433.jpg

Yey akhirnya setelah sebulan tidak aktif di laman ini, saya bisa kembali menulis. Sebenarnya ada beberapa draft tulisan yang sudah saya siapkan namun menyelesaikannya itu loh seperti sangat butuh dorongan kuat. Hahaha. Giliran ingin menulis tanpa draft atau persiapan pun saya bisa langsung mempublishnya. Akhir-akhir ini saya masih sibuk dengan kegiatan laboratorium saya, mudah-mudahan bisa selesai bulan ini ya Allah.Kali ini saya akan mereview buku yang baru saya beli. Buku ini menarik unuk saya karena saya cukup tahu penulisnya sudah sangat terkenal karena beliau sering menshare pengalamannya dalam mendidik anak-anaknya di media social dan itu membuat saya kagum. Sosok tersebut adalah ummu balqis.  Buku “Bukan Ibu Biasa” berisikan mengenai pengalaman ummi dalam mendidik kedua anaknya Daffa dan Balqis.

Baca lebih lanjut

Review : Kopi Klotok

Hwaaaaa,, sudah hampir sebulan saya tidak menyentuh laman ini. Bukan karena tidak niat atau sibuk,, tidak terlalu sibuk malahan apalagi pekerjaan kantor tidak terlalu banyak saat ini. Tapi bulan kemaren saya seperti terjebak dalam satu topik dan tekanan Hahaha. Jadi mood nulisnya itu loh, ga berkembang-kembang. And sekarang mencoba akan review lagi tempat-tempat yang mungkin bisa jadi tempat pelarian kalau lagi bingung mau kemana :p

Pertama kali diajak oleh teman dan adik kelas saya, saya langsung penasaran dengan nama tempat ini. Walaupun saya bukan penikmat kopi, tetap saya penasaran karena kafe ini terletak dekat dengan kampus saya yaitu di daerah Cibanteng, setelah WHO Hot Plate. Apalagi kampus saya termasuk dalam kabupaten alias desa. Pada saat masuk ke kafe ini, saya langsung kagum dengan desain kafe ini.  Kafe ini memiliki desain interior yang vintage, classic tapi berjiawa muda. Bingung ya ngebayanginnya. Yang pasti kafe ini sepeti rumah jawa, dengan ornamen-ornamen jadul, vintage namun terlihat santai dan pas untuk semua kalangan umur. Mostly, yang datang ke tempat ini adalah mahasiswa kampus saya dan masyarakat sekitar(anak muda). Nyamannya kafe ini ditunjang lagi dengan adanya wifi, sehingga banyak pengunjung yang tidak segan-segan menghabiskan waktunya untuk bersantai-santai di kafe ini. Baca lebih lanjut